Salah satu episode dari Love, Death + Robots (Dok. slashfilm.com)
JawaPos.com - Stranger Things mungkin menjadi juara tak terbantahkan dalam katalog seri fiksi ilmiah Netflix, tetapi Love, Death & Robots menempati posisi kedua dengan selisih tipis. Musim kelima Stranger Things sudah di depan mata, dan kita akan segera menyaksikan finale yang telah lama dinantikan dari salah satu seri yang paling membentuk budaya dalam satu dekade terakhir.
Sebagai salah satu serial orisinal Netflix pertama, dan kini menjadi salah satu yang bertahan terlama, berakhirnya Stranger Things menandai penutup sebuah era fiksi ilmiah di layanan streaming tersebut. Namun, terdapat beberapa seri lain yang siap mengambil alih setelahnya, dan Love, Death & Robots masih memiliki banyak potensi untuk berkembang.
Love, Death & Robots adalah salah satu seri fiksi ilmiah terbaik yang dimiliki Netflix dalam perpustakaannya. Seri ini berbentuk antologi dengan satu tema penyatu, yaitu setiap episodenya mengandung unsur fiksi ilmiah.
Gaya animasi tiap episode berbeda-beda, genrenya berganti, demikian pula sutradaranya. Seri ini tayang perdana pada Maret 2019 dengan 18 episode berdurasi bervariasi. Sejak itu, telah hadir tiga musim tambahan sehingga total menjadi 45 episode.
Serial film orisinal dari Netflix ini meraih skor keseluruhan 89% di Rotten Tomatoes, dan meskipun Anda membenci suatu episode, klik episode berikutnya, barangkali itulah favoritmu.
Love, Death & Robots bukan sekadar fiksi ilmiah. Seri ini sepenuhnya dikodekan sebagai fiksi ilmiah.
Ada segala hal mulai dari masa depan distopia, drama kejahatan noir penjelajah waktu, semesta paralel dengan yogurt yang memiliki kesadaran, hingga pertempuran antariksa dengan kekaisaran berteknologi canggih, dan itu baru kurang dari sepuluh persen dari keseluruhan seri.
Salah satu kesenangan besar dalam Love, Death & Robots, meski mungkin bisa menjadi kekurangan bagi Anda yang tidak menyukai penceritaan antologi, adalah Anda tidak pernah tahu apa yang akan dihadirkan setiap episodenya.
Nuansa, genre, gaya seni, bahkan durasinya berubah di setiap episode. Hal ini membuat keseluruhan seri terasa seperti kumpulan kejutan.
Satu saat Anda menonton komedi 3D kocak dan penuh kekerasan tentang seorang wanita lanjut usia yang berusaha bertahan hidup dari penyedot debu yang tiba-tiba menjadi pembunuh; di saat berikutnya, Anda menyaksikan kisah 2D pasca-apokaliptik tentang para pemuda hasil modifikasi genetik.
Jika Anda menyukai fiksi ilmiah, Anda pasti akan menemukan sesuatu yang menarik dalam Love, Death & Robots.
Baik yang terinspirasi maupun yang orisinal, semuanya adalah fiksi ilmiah. Beberapa episode dapat dianggap sebagai fiksi ilmiah ringan, tetapi umumnya diperkaya oleh elemen horor dan fantasi yang tetap berakar pada penceritaan fiksi ilmiah.
Jika Anda menginginkan sesuatu yang mampu membuka pikiran akan berbagai kemungkinan, Love, Death & Robots adalah tempat yang tepat untuk memulai.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
