Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 Juli 2025 | 18.25 WIB

Beredar Teori Film Superman Menggambarkan Perlakuan Israel ke Palestina, James Gunn Angkat Suara

Potongan adegan di film Superman (Dok. Variety)

JawaPos.com - Sejak penayangannya, film Superman karya James Gunn telah memicu perdebatan daring mengenai apakah alur ceritanya sengaja mencerminkan konflik Israel-Palestina.

Spoiler, dalam film tersebut Lex Luthor, tokoh antagonis yang diperankan Nicholas Hoult, telah memulai perang di luar negeri antara dua negara fiktif.

Superman terlibat dalam konflik global ini ketika ia menghentikan Bovaria, yang merupakan negara agresor, untuk menyerang tetangganya, Jarhanpur.

Sejak film Superman tayang di bioskop, komentator politik daring telah menghubungkan konflik Bovaria-Jarhanpur dalam film menggambarkan konflik Israel-Palestina di dunia nyata, atau justru membantah bahwa memang itulah tujuan film tersebut.
 
 
Hasan Piker, komentator politik sayap kiri Amerika Serikat yang memiliki banyak pengikut sebagai streamer Twitch, mengunggah video di YouTube yang menjelaskan bagaimana Superman menggambarkan Israel.
 
Piker menggambarkan film tersebut sebagai "dua jam dan sepuluh menit f*** dengan Israel sepanjang film," dan mengklaim bahwa siapa pun yang terlibat dalam film  akan berbohong jika mereka mengatakan film itu bukan analogi untuk Israel dan Palestina.
 
Sebagaimana dilaporkan oleh Variety, para aktivis dan influencer pro-Palestina memuji film ini di media sosial, atas apa yang mereka anggap sebagai teguran terang-terangan terhadap Israel, setelah kampanye militernya yang mematikan di Gaza.

Namun, garis waktunya mungkin tidak sesuai dengan Israel sebagai pengganti Bovaria. 

James Gunn menyerahkan naskahnya pada bulan Mei 2023, beberapa bulan sebelum konflik Israel-Gaza saat ini meningkat.

James Gunn membahas masalah ini sebelum film Superman tayang di bioskop. Beberapa hari sebelum perilisan, penulis sekaligus sutradara film ini memberi pernyataan kepada The Times of London. 

"Ketika saya menulis ini, konflik Timur Tengah sedang tidak terjadi. Jadi saya mencoba melakukan hal-hal kecil untuk mengalihkan perhatian dari hal tersebut, namun ini tidak ada hubungannya dengan Timur Tengah." 

Ia menambahkan, "Ini adalah invasi oleh negara yang jauh lebih kuat yang dipimpin oleh seorang lalim, ke sebuah negara yang bermasalah dalam hal sejarah politiknya, tetapi sama sekali tidak memiliki pertahanan terhadap negara lain. Ini benar-benar fiksi."

Namun, bahkan sudut pandang James Gunn tentang film ini belum meredakan perdebatan daring yang sedang berlangsung, yang pasti akan memanas seiring berlanjutnya film ini di box office
 

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore