
Potongan adegan dari Daily Dose of Sunshine (dok.ImdB)
JawaPos.com - Mei ditetapkan sebagai Mental Health Awareness Month atau Bulan Kesehatan Mental sejak tahun 1949 oleh Mental Health America (MHA), sebuah organisasi nirlaba yang fokus pada edukasi dan advokasi kesehatan jiwa.
Dilansir dari laman resmi Mental Health America, peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan mental, menghapus stigma terhadap gangguan jiwa, dan mendorong individu untuk mencari dukungan dan berbagi cerita.
Di Indonesia, kesadaran akan isu ini juga terus berkembang. Makin banyak ruang diskusi tentang self-care, trauma, dan pemulihan batin yang terbuka di masyarakat, termasuk melalui film dan serial yang menampilkan isu-isu kesehatan mental secara lebih jujur dan manusiawi.
Berikut lima rekomendasi film dan serial yang dapat menjadi teman refleksi di Bulan Kesehatan Mental ini.
1. Daily Dose of Sunshine (2023)
Serial Korea ini mengikuti kisah Jung Da-eun, seorang perawat muda yang dipindahkan ke bangsal psikiatri. Awalnya ia merasa kewalahan, namun seiring waktu, Da-eun belajar bahwa merawat jiwa bukan soal menyembuhkan secara instan, melainkan hadir dengan empati dan tanpa menghakimi. Setiap pasien dalam serial ini datang dengan luka batin yang unik, dari depresi, gangguan bipolar, hingga delusi. Penonton diajak melihat realita kesehatan mental bukan sebagai cerita tragis, melainkan perjuangan yang valid untuk hidup lebih manusiawi.
2. All The Bright Places (2020)
Film ini mengangkat tema trauma dan kehilangan melalui dua tokoh remaja: Violet dan Finch. Mereka bertemu dalam kondisi yang rapuh secara emosional, dan kisah mereka berkembang menjadi perjalanan saling menyelamatkan meski tak semua luka bisa disembuhkan hanya dengan cinta. Film ini memberikan gambaran realistis tentang bagaimana gangguan mental memengaruhi remaja, serta pentingnya dukungan yang nyata, bukan sekadar harapan romantis.
3. Ginny & Georgia (2021)
Di balik dinamika ibu-anak dan kehidupan sosial remaja, Ginny & Georgia menyimpan lapisan yang lebih dalam. Ginny, sang anak, menghadapi tekanan identitas, luka masa kecil, hingga dorongan untuk melukai diri sendiri.
Sementara Georgia, ibunya, memendam trauma dari masa lalu yang ia sembunyikan demi menciptakan hidup baru. Serial ini memotret bagaimana trauma bisa menurun secara tidak sadar dalam keluarga. Mengutip dari The Quinnipiac Chronicle (2021), serial ini berhasil “membawa topik-topik kesehatan mental ke permukaan tanpa menggurui, namun tetap mengena dan relevan untuk generasi muda.”
4. BoJack Horseman (2014–2020)
Serial animasi dewasa ini mengisahkan BoJack, mantan aktor sitkom yang mengalami krisis eksistensial, trauma masa kecil, kecanduan, dan rasa bersalah. BoJack bukan tokoh yang mudah disukai, namun ia sangat manusiawi dalam kegagalannya. Alih-alih memberi akhir bahagia, serial ini menunjukkan bahwa mengenali, mengakui, dan mencoba memahami luka diri sendiri adalah proses penting dalam perjalanan pemulihan.
5. Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (2019)
Film karya Angga Dwimas Sasongko ini menggali dinamika keluarga yang tampak sempurna dari luar, namun ternyata menyimpan luka dan rahasia. Tiga saudara tumbuh dalam bayang-bayang ayah yang keras, ekspektasi keluarga, dan komunikasi yang minim.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
