
Neon Genesis Evangelion berakhir dengan kontroversial karena dirasa terburu-buru sehingga sejumlah ceritanya tidak dieksplorasi. (IGN)
JawaPos.com – Anime tidak selalu mendapatkan ending yang memuaskan semua orang. Beberapa di antaranya berakhir dengan kontroversi. Perbedaan akhir antara manga dan anime menjadi salah satu faktornya. Sejumlah anime terasa terburu-buru dan akhirnya tidak mengikuti cerita aslinya.
Sementara, ada juga yang menjadi kontroversi karena ending yang tidak diharapkan penonton. Mereka merasa serial itu bisa diperlakukan dengan lebih baik lagi.
Apa saja anime dengan ending kontroversial? Mengutip DualShockers, simak ulasannya berikut.
1. School Days
School Days berkisah tentang cinta segitiga antara protagonisnya, Makoto Itou, dengan Kotonoha Katsura dan Sekai Saionji. Sikap plin plan dan ketidaksetiaan Matoko menyebabkan hubungan yang rumit dan pergolakan emosional. Kontroversinya memuncak di episode terakhir yang dikenal sebagai Kapal Bagus.
Nasib Makoto berakhir tragis ketika Sekai yang cemburu membunuhnya. Tidak terima, Kotonoha menemui Sekai yang bermuara dengan kematian Sekai di tangan Kotonoha. Serial ini berakhir dengan Kotonoha menggendong kepala Makoto yang telah terpenggal di sebuah kapal. Akhir brutal ini tidak diduga dan sangat kontroversial untuk anime romance yang membuatnya mendapatkan rating rendah.
2. Akame ga Kill!
Akame ga Kill! menghadapi kontroversi dengan ending-nya. Ini terutama karena perbedaannya dengan manga-nya yang sedang berjalan ketika anime-nya berakhir. Serial ini berkisah tentang sekelompok pembunuh yang dikenal sebagai Night Raid, yang menjadi bagian dari pemberontakan melawan kekaisaran yang korup. Ceritanya berfokus pada protagonisnya, Tatsumi.
Kontroversi berasal dari episode finalnya. Di bagian tersebut, sejumlah karakter, termasuk Tatsumi dan Leone, tewas. Kematian tersebut, terutama Tatsumi, berbeda dari manga dan mengejutkan penonton karena pertahanan hidup dan perkembangan karakternya adalah pusat cerita serial ini. Di manga, Tatsumi tetap hidup, tapi berubah menjadi naga karena penggunaan Teigu-nya, Incursio, secara berlebihan.
3. Neon Genesis Evangelion
Neon Genesis Evangelion berakhir dengan ending yang menjadi salah satu yang terkontroversial dalam sejarah anime. Serial ini berfokus pada Shinji Ikari dan pilot lain mecha raksasa bernama Eva. Mereka bertarung melawan makhluk misterius bernama Angel. Alih-alih punya klimaks tradisional, dua episode finalnya menyelami analisis introspektif dan abstrak atas kondisi psikis karakter utamanya.
Anime ini secara khusus berfokus pada pertarungan Shinji dengan kepercayaan diri, identitas, dan hubungannya dengan orang lain. Akhir ceritanya tidak menyelesaikan plot yang kompleks, yang menimbulkan pertanyaan besar tentang Eva, Angel, dan Proyek Instrumentalitas Manusia. Ini menyebabkan pembuatan The End of Evangelion, film yang memberikan kesimpulan alternatif yang lebih berfokus pada cerita serial itu.
4. Death Note
Death Note berfokus pada Light Yagami, yang menggunakan sebuah buku tulis gaib, Death Note, untuk membunuh penjahat. Ceritanya membangun kucing-kucingan antara Light dengan Detektif L Lawliet dan kemudian pengganti L, Near serta Mello. Kontroversinya terjadi setelah L tewas dan Near berhasil mempecundangi Light.
Semua peristiwa itu lalu menyebabkan Light putus asa dan kematiannya di tangan Ryuk, Shinigami yang merupakan pemilik asli Death Note. Penggemar terpecah atas ending ini. Ada yang merasa konklusinya pas, tapi ada juga yang kecewa. Mereka merasa kalau kekalahan Light di tangan Near - yang kurang menarik ketimbang L - terasa tidak pas dengan pameran kecerdasan di serial tersebut.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
