Liam Payne saat masih hidup. (New York Post & TripAdvisor)
JawaPos.com - Laporan otopsi yang baru saja dirilis untuk mantan penyanyi One Direction, Liam Payne. Dalam laporan tersebut ditemukan, bahwa Liam Payne mungkin tidak sadarkan diri saat jatuh dari balkon hotel di Buenos Aires.
Terdapat fakta, bahwa ada dua orang perempuan yang berada di dalam kamar Liam Payne pada saat-saat sebelum kematiannya. Kantor Kejaksaan Pidana dan Pemasyarakatan Nasional No. 16 melaporkan posisi tubuh Payne di tanah, serta luka-lukanya, mengindikasikan bahwa dia tidak mengambil sikap refleks untuk melindungi dirinya sendiri.
Dari hasil tersebut ada kemungkinan, bahwa dia mungkin saja jatuh dalam kondisi setengah sadar atau tidak sadar sama sekali, ungkap kantor tersebut pada hari Kamis (17/10). Dikatakan juga, bahwa semua indikasi menunjukkan bahwa Payne sendirian ketika dia jatuh ke kematiannya dari lantai tiga Hotel CasaSur Palermo di Buenos Aires.
Menurut pernyataan resmi dari kantor tersebut yang diterjemahkan dari bahasa Spanyol, bintang pop tersebut telah mengalami semacam gangguan karena penyalahgunaan narkoba pada saat itu. Otopsi menyimpulkan bahwa penyebab kematiannya adalah polytrauma, perdarahan internal dan eksternal.
Hasil juga mencatat, bahwa cedera otak tengkorak saja sudah cukup untuk menyebabkan kematian. Payne juga menderita pendarahan internal dan eksternal di tengkorak, toraks, perut, dan tungkai, yang berkontribusi pada mekanisme kematian.
Laporan tersebut juga mengatakan, bahwa para petugas mengintrogasi tiga pekerja hotel dan dua perempuan, yang beberapa jam sebelumnya telah bersama musisi tersebut di kamarnya, tetapi sudah meninggalkan hotel ketika insiden itu terjadi.
“Investigasi juga ditujukan untuk menentukan kemungkinan intervensi pihak ketiga, dalam peristiwa sebelum kematian korban,” isi dari laporan pihak berwenang, seperti yang diberitakan New York Post.
Meskipun pihak berwenang, pada awalnya mengatakan setelah kematian penyanyi tersebut bahwa dia telah melompat, namun laporan otopsi mengatakan bahwa dia terjatuh. Direktur Komunikasi untuk Kementerian Keamanan Buenos Aires, Pablo Policicchio mengatakan kepada Page Six bahwa para penyelidik masih berusaha dilakukan, untuk menentukan apakah itu adalah sebuah kecelakaan atau disengaja.
Polisi tiba di hotel setelah menerima panggilan 911, tepat setelah pukul 17.00 dari manajer hotel yang mengatakan bahwa ada seorang pria agresif, yang mungkin sedang berada di bawah pengaruh obat-obatan atau alkohol. Manajer hotel mengatakan, bahwa seorang tamu kewalahan dengan obat-obatan dan alkohol kemudian menghancurkan kamar mereka.
Beberapa saat kemudian, mayat Payne ditemukan di halaman dalam hotel setelah manajer melaporkan mendengar suara keras dari area tersebut. Menurut Kepala Layanan Darurat Buenos Aires, Alberto Crescenti penyanyi asal Inggris ini mengalami keretakan pada tengkorak kepalanya, dan meninggal seketika akibat luka yang sangat serius.
Foto-foto mengejutkan yang konon diambil di kamar hotel Payne di Argentina, menunjukkan obat-obatan dan alkohol tergeletak di sekitar ruangan. Gambar-gambar tersebut diverifikasi oleh surat kabar terbesar di Argentina, La Nacion dan laporkan menunjukkan sebuah televisi yang hancur, sebuah gelas setengah kosong berisi apa yang tampak seperti sampanye.
Kertas timah, serta bubuk putih yang akan diuji oleh pihak berwenang untuk mengonfirmasi kecurigaan bahwa benda tersebut adalah kokain. Ada juga lilin dan kertas timah yang dibakar di dalam bak mandi, menurut La Nacion, yang mengatakan bahwa gambar-gambar tersebut telah diverifikasi oleh sumber-sumber resmi, yang terlibat dalam investigasi kematian tersebut.
Sepanjang kariernya, baik saat bersama One Direction maupun setelah grup ini bubar, Payne pernah menjalani rehabilitasi setidaknya dua kali karena kecanduan alkohol. Sebelumnya ia pernah mengungkapkan bahwa kecanduannya itu, membuatnya ingin bunuh diri.