
film Bolehkah Sekali Saja Ku Menangis. (instagram @bolehkahsekalisajakumenangis)
JawaPos.com - Film bertemakan isu kesehatan mental kembali mewarnai kancah dunia perfilman Indonesia.
Film yang diproduksi oleh Sinemaku Pictures ini, mulai tayang pada hari ini, Kamis (17/10) di bioskop bertepatan dengan peringatan hari trauma sedunia.
Disutradarai langsung oleh Reka Wijaya Kusuma, film yang menyoroti isu mental illness ini ternyata diadaptasi dari lagu “Runtuh” yang dipopulerkan oleh Feby Putri.
Lagu yang sering dibawakan oleh Feby Putri bersama Fiersa Besari tersebut, menceritakan tentang perasaan seseorang yang mengalami kehancuran akibat luka di masa lalu dan merasakan kehancuran yang luar biasa.
Makna yang terkadung pada lagu tersebut tentu saja selaras dengan alur cerita dalam film Bolehkah Sekali Saja Ku Menangis yang dibintangi oleh Prilly Latuconsina sebagai Tari dan Dikta Ristyanto sebagai Baskara.
Film tersebut berhasil mengeksplorasi seputar kesehatan mental yang cukup relate dengan banyak orang.
Aktor lain yang turut adu akting antara lain seperti Surya Saputra sebagai Pras, Dominuque Sanda sebagai Devi,Widi Mulia sebagai Nina, Shania Gracia sebagai Sarah dan Antonio Blanco Jr. sebagai Dimas serta masih banyak pemain lainnya.
Film ini berkisah tentang seorang gadis yang berjuang melindungi ibunya dari sikap ayahnya yang sangat tempramen.
Sembari melindungi ibunya, ia juga berusaha mengelola emosional yang ada dalam dirinya akibat kerusuhan yang dibuat oleh sang ayah.
Seringkali ia harus mengetahui pertengkaran antara kedua orang tuanya, dimana sang ayah selalu melakukan kekerasan pada ibunya menjadi kejadian kelam yang ada di hidupnya.
Memori buruk itu membekas dalam hatinya hingga membuat batinnya terus bergejolak dan hanya bisa dipendam sendiri hingga ia dewasa.
Ia berusaha selalu tampak kuat dan tangguh meski sebenarnya rapuh dan tak berdaya karena luka di masa lalu.
Ada saat dimana ia tidak bisa hanya sekedar menahan emosi itu di dalam hatinya sendiri, hingga waktu menemukannya dengan seorang laki-laki bernama Baskara.
Tari memutuskan untuk perlahan melepaskan bebannya yang ditahan sejak kecil dengan bergabung ke komunitas yyang memungkinkan bisa memberi dukungan untuk menciptakan lembaran dan kekuatan baru.
Tentu dalam Langkah yang diambilnya, Baskara setia untuk menemani Tari dalam proses berdamai dengan dirinya sendiri.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Elche di Liga Spanyol 2026/2027: Tuan Rumah Kunci 3 Poin!
Prediksi Skor Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Sengit, Berakhir Imbang?
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol: Babazorros Bisa Buat Kejutan
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Kronologi Kericuhan di Pejompongan yang Tewaskan Lansia dan Bikin Pelajar Babak Belur
Prediksi Skor Fulham vs AFC Wimbledon di EFL Cup 2026/2027: Misi Bangkit The Cottagers
Tak Terbukti Terima Uang dan Perkaya Diri Sendiri, Eks Kabaranahan Kemhan Tetap Dihukum 2,5 Tahun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete di Kualifikasi Liga Europa 2026/2027: Kans Lolos O Ómilos!
