
Mengenal sandwich generation yang banyak orang alami saat ini (instagram/homesweetloanfilm).
JawaPos.com - Film Indonesia "Home Sweet Loan" baru saja rilis di bioskop. Banyak orang merasa tersentuh dengan jalan cerita yang diangkat dalam film tersebut.
Home Sweet Loan bercerita tentang anak bungsu dari tiga bersaudara bernama Kaluna yang ingin punya rumah sendiri.
Namun, keinginannya tersebut terganjal dengan berbagai masalah ekonomi di keluarganya. Tidak hanya itu, mental Kaluna juga terkikis oleh permasalahannya dengan saudara-saudaranya.
Dalam film tersebut, Kaluna tampak sangat tertekan karena ia merasa beban ekonomi di keluarganya dirinya seorang yang memikulnya. Kaluna pun dibilang sebagai representasi seorang sandwich generation.
Tema dari Home Sweet Loan memang membahas tentang sandwich generation. Lalu, apa sih arti dari sandwich generation tersebut?
Dikutip dari Investopedia, sandwich generation merupakan istilah untuk mereka yang "terjepit" dalam kewajiban untuk mengurus orang-orang disekitarnya, khususnya keluarga.
Dikutip dari situs resmi OJK, istilah sandwich generation diperkenalkan pada tahun 1981 oleh seorang profesor bernama Dorothy A. Miller. Mereka yang sandwich generation memiliki kewajiban untuk merawat orang tua, diri sendiri, dan juga anaknya.
Keadaan tersebut digambarkan seperti roti sandwich di mana sepotong daging diapit oleh dua buah roti. Kedua roti tersebut menggambarkan orang tua dan anak-anak.
Sedangkan isian sandwich seperti daging, saos tomat, sayur, atau lainnya menggambarkan diri sendiri.
Carol Abaya, seorang Aging and Elder Care Expert mengatakan bahwa ada tiga macam sandwich generation, yaitu:
1. The Traditional Sandwich Generation: Orang dewasa berusia 40-50 tahun yang memiliki kewajiban untuk merawat orang tua serta anak-anaknya.
2. The Club Sandwich Generation: Orang dewasa di usia 30-60 tahun yang punya kewajiban untuk merawat orang tua, anak, hingga cucu.
3. The Open Faced Sandwich Generation: Mereka yang terlibat dalam mengasuh orang tua lanjut usia yang sudah tidak mampu bekerja, berapapu usianya.
Banyak faktor yang membuat seseorang bisa menjadi sandwich generation. Salah satunya adalah kegagalan orang tua untuk urusan finansial.
Meskipun tidak bisa disalahkan sepenuhnya, nyatanya orang tua yang tidak menyiapkan tabungan di hari tua akan berpotensi membuat anaknya menjadi sandwich generation.
Sang anak nantinya juga diprediksi akan berlaku yang sama dengan orang tuanya tersebut. Sang anak tidak memiliki tabungan di hari tua karena sudah habis untuk menanggung hidup orang tua.
***

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
