Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 30 Agustus 2024 | 16.55 WIB

Beby Tsabina Merasa Tertampar Saat Menonton Film Indonesia's Silent Emergency: Stunting in Rural Populations

Jumpa pers film dokumenter Indonesia - Image

Jumpa pers film dokumenter Indonesia

 
JawaPos.com - Aktris Beby Tsabina bersama awak media untuk pertama kalinya menonton film dokumenter berjudul Indonesia's Silent Emergency: Stunting in Rural Populations karya Nayla Punjabi di MD Place di bilangan Setiabudi Jakarta Selatan, Rabu (28/8).
 
Film dokumenter yang mengangkat cerita tentang permasalahan stunting yang masih marak terjadi di Indonesia, terutama di daerah pedesaan, membuat Beby Tsabina merasa tertampar. Pasalnya, dia selama ini tidak memberikan perhatian yang serius pada isu ini padahal sangat penting karena berkaitan dengan generasi penerus bangsa.
 
"Nayla membuat ini, aku merasa tertampar. Karena privilege yang aku punya, harusnya aku juga melakukan ini," ujar Beby Tsabina  dalam jumpa pers di MD Place bilangan Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (28/8).
 
 
Beby Tsabina merasa tema tentang stunting seharusnya diangkat dalam konten-konten media sosialnya supaya lebih banyak lagi orang yang memberikan perhatian dan menunjukkan kepedulian dengan berjuang bersama-sama melawan stunting.
 
"Setelah menonton film dokumenter ini, aku ingin membahas soal ini di media sosial aku. Aku ingin mengedukasi orang-orang tentang stunting. Sebagai perempuan dan akan punya anak, aku merasa terpanggil bergerak melakukan sesuatu," katanya.
 
Nayla Punjabi selaku sutradara sekaligus produser film Indonesia's Silent Emergency: Stunting in Rural Populations mengatakan, film ini dibuatnya memang bertujuan menginspirasi sekaligus memberikan edukasi ke banyak orang.
 
"Saya ingin membawa isu yang penting lewat film dan dapat menjangkau lebih banyak orang," ujar Nayla yang berencana memutar film dokumenter yang dibuatnya di acara festival film, baik dalam atau luar negeri.
 
 
Film dokumenter Indonesia's Silent Emergency: Stunting in Rural Populations mengangkat tentang masalah stunting yang terjadi di Indonesia, terutama di  Pulau Komodo, NTT. Wilayah ini sengaja diangkat terkait masalah stunting karena berdasarkan data, kata Nayla, termasuk daerah yang paling banyak dimana anak mengalami gizi buruk.
 
Film dokumenter Indonesia’s Silent Emergency memperlihatkan perjuangan sehari-hari keluarga di pedesaan yang rawan stunting dan dampak jangka panjang stunting pada pertumbuhan anak-anak. 
 
Melalui kisah-kisah pribadi warga pedesaan, wawancara dengan para ahli, hingga cuplikan langsung di lapangan, film ini memberikan gambaran dengan cukup jelas tentang faktor-faktor yang menyebabkan stunting. Diantaranya gizi ibu yang buruk, kebersihan yang tidak memadai, dan akses terbatas ke layanan kesehatan. 
 
Film dokumenter ini juga menekankan tentang pentingnya 1.000 hari pertama pertumbuhan anak. Sebuah jendela waktu yang sangat penting untuk perkembangan anak. 
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore