JawaPos.com - Komposer muda Noni Dju merilis karya orkestra berjudul 'Ingar Bingar'. Karya ini dikerjakan di Budapest Scoring Orchestra yang terinspirasi oleh ruwetnya kota Jakarta di mana kemacetan kerap terjadi.
Menurutnya, karya ini mencerminkan emosi kehidupan sehari hari para pejuang mimpi yang penuh dengan semangat dan harapan untuk berhasil, serta terbuai dengan kenyamanan hidup di Jakarta. Namun pada saat yang bersamaan, selalu dihantui rasa takut akan kegagalan dan rasa muak dengan kepadatan serta kebisingan pada saat jam sibuk di Jakarta.
Noni Dju mengatakan, awalnya dirinya tidak ada niatan merilis karya 'Ingar Bingar' ini karena dibuat saat dia menjalani tugas akhir untuk membuat komposisi orkestral dari Berklee. Saat itu Noni Dju sedang duduk di semester 6 dan karya ini dijadikannya sebagai nomor untuk konser dalam acara festival.
"Saya tertarik belajar orkestrasi dengan banyaknya elemen musik akustik yang bisa dieksplorasi dan dikembangkan secara kreatif," ujar Noni dalam keterangannya, Senin (8/7).
Menurut pelantun 'Bukan Milikmu' dan 'Goodbye' itu, proses menulis karya ini menjadi semacam pelariannya. Lewat karya ini, dirinya dapat menuangkan gambaran perasaan selama menjalani keseharian dalam menghadapi keruwetan kota Jakarta.
"Semua ini tercermin dalam 'Ingar Bingar', sebuah cerminan emosi keseharian saya saat menjalani semester 6, mulai dari bangun tidur hingga malam hari yang biasanya penuh dengan emosi campur aduk," terangnya.
Noni Dju, yang dikenal sebagai alumni proyek Diatas Rata Rata oleh Erwin Gutawa dan Gita
Gutawa generasi pertama, telah menunjukkan bakatnya dalam bidang musik sejak usia muda.
Dengan bekal pendidikan dari Berklee dan pengalamannya di dunia musik, Noni yang kini berusia 23 tahun memantapkan hati sebagai komposer dan orkestrator muda yang siap membawa angin segar dalam dunia musik Indonesia melalui proyek orkestra kontemporernya, Simfoni Kilas.