Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 April 2024 | 20.07 WIB

50 Film Indonesia Tampil di 24 Festival Internasional, Ario Bayu Bersyukur banyak Dukungan untuk Perfilman

Ario Bayu - Image

Ario Bayu

JawaPos.com – Industri film Indonesia terus berkembang pesat dan makin menguatkan posisinya di dalam negeri. Hal ini dikuatkan dengan data bahwa film Indonesia mampu menguasai sekitar 61 persen penonton dibandingkan film luar negeri.

Bahkan, usai pandemi Covid-19, film Indonesia masuk ke berbagai festival internasional. Sebut saja, sepanjang 2023, sebanyak 50 judul film Indonesia hadir di 24 festival internasional.

Menurut Ario Bayu selaku Ketua Komite Festival Film Indonesia (FFI), fakta tersebut menegaskan posisi film Indonesia sebagai pesaing kuat di panggung global. Tentunya pencapaian tersbeut perlu disyukuri.

Paling penting, ungkap Ario, kesuksesan industri perfilman di Indonesia semakin maju dan berkembang berkat adanya dukungan dari berbagai pihak. Termasuk dari Kemendikbudristek.

“Industri ini bisa bangkit kembali dan pulih dengan cepat puncaknya pada 2023, tentunya tidak lepas dari dukungan konsisten dari Ditjen Kebudayaan dengan berbagai program dan insentif,” ujar Ario saat berbincang baru-baru ini.

Baginya, dukungan yang diberikan secara konsisten tidak hanya memajukan industri film kita, tetapi juga membuka peluang baru. Tentunya, ini salah satu dukungan untuk terus menghasilkan karya berkualitas dan mengeksplorasi potensi yang lebih luas di kancah internasional.

Sementara itu, Ahmad Mahendra, Direktur Perfilman, Musik, dan Media Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek Republik Indonesia, menegaskan bahwa dukungan pemerintah untuk memajukan industri film ke tingkat berikutnya tersu dilakukan lewat langkah konkret.

Seperti program peningkatan literasi dan apresiasi film lewat Indonesiana Film. Prigram tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan produksi film, tetapi juga memperluas jaringan melalui inisiatif seperti Layar Indonesiana dan Lock x Full Circle Lab.

Tak hanya itu, Kemendikbudristek melalui Ditjen Kebudayaan di bawah naungan Hilmar Farid juga memberikan dukungan kuat pada Festival Film Indonesia (FFI) dan program nonton bareng untuk mempertahankan minat penonton terhadap film Indonesia.

Penguatan distribusi film juga menjadi fokus, dengan peluncuran platform Indonesiana.TV dan bantuan travel grant bagi sineas Indonesia di festival internasional. Program Sinema Mikro Dana Indonesiana pun turut membantu komunitas film di daerah.

Tidak lupa, pelestarian warisan film menjadi prioritas, dengan pengarsipan dan restorasi film bersejarah yang memastikan kesinambungan dan kualitas film Indonesia. Dalam peringatan Hari Film Nasional, Kemendikbudristek tidak hanya menggelar serangkaian acara untuk merayakan sinema Indonesia, tetapi juga untuk meningkatkan apresiasi terhadap karya-karya film nasional, memperkuat identitas budaya Indonesia melalui medium film.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore