Namun sutradara film 'Exhuma,' Jang Jae Hyun mengatakan kepada para wartawan pada hari Kamis (21/3) tidak akan merilis sekuel atau spin-off dari film tersebut.
'Exhuma,' yang dirilis pada tanggal 22 Februari di Korea Selatan, telah menduduki puncak box office lokal selama 27 hari berturut-turut, dengan mengumpulkan 9,52 juta penonton pada hari Kamis.
Di Indonesia sendiri, film tersebut telah mencapai dua juta penonton, di mana 'Exhuma' juga tercatat memecahkan rekor film Korea terbanyak di Indonesia, yang sebelumnya dipegang oleh 'Parasite.'
Terpesona oleh alur ceritanya yang mendalam, para penonton film sudah tidak sabar menunggu sekuel atau spin-off untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya pada empat karakter utama, serta kisah-kisah pribadi mereka.
Sutradara Jang Jae Hyun hanya mengatakan, bahwa tidak akan ada sekuel atau spin-off untuk melihat kehidupan masa lalu dari Sang Deok (Choi Min Sik), Young Geun (Yoo Hae Jin), Hwa Rim (Kim Go Eun), dan Bong Gil (Lee Do Hyun).
"Teori saya dalam produksi film tidak sejalan dengan itu (sekuel atau spin-off). Saya bisa membuatnya, hanya jika sedang santai saja."
"Hanya jika sedang menemukan cerita yang bagus, saya dapat berpikir untuk membuat lebih banyak cerita (seputar karakter)."
"Tetapi mengimprovisasi cerita hanya untuk kesuksesan komersial, tidak sesuai dengan rencana produksi saya," kata Jang Jae Hyun kepada para wartawan dalam sebuah wawancara di Seoul, Kamis.
"Tidak ada yang saya rencanakan untuk melanjutkannya. Saya tidak bermaksud membuat film yang menargetkan orang-orang tertentu atau para pecinta film," kata Jang.
"Saya hanya terus mengingatkan diri sendiri, harus membuat film yang menarik untuk ditonton karena saya adalah penonton pertama film saya sendiri."
"Saat pandemi, saya sedang menulis skenario dan menjadi sangat jelas bahwa saya harus membuat film yang menghibur, membuat setiap adegan mendebarkan."
"Jadi saya berpaling dari pilihan-pilihan yang aman, mencari sesuatu yang baru dan menantang," tambahnya seperti yang dikutip dari Korea Herald.
"Sekali lagi, hal ini berkaitan dengan kegembiraan murni yang dapat ditawarkan oleh sebuah film kepada para penonton."
"Saya mencoba untuk fokus pada penggambaran genre yang menyenangkan, dan saya rasa hal ini menarik bagi berbagai macam penonton di seluruh dunia," jelasnya.
Setelah menonton film ini, banyak penonton yang menafsirkan pesan tersembunyi dan menemukan puzzle di setiap adegan.
Beberapa YouTuber telah membahas perdukunan Korea Selatan, budaya di sekitar pemakaman dan sejarah kolonial, menjalin topik-topik tersebut dengan subteks film.
"Sejujurnya saya menikmati perhatian yang diterima film ini dan inti dari film ini. Topik mengenai perdukunan, feng shui dan pemakaman mendapatkan perhatian publik dan dibicarakan."
"Menurut saya fenomena seperti itu adalah sesuatu yang baik, karena hal tersebut sangat lekat dengan budaya Korea," tambahnya.
'Exhuma' saat ini tersedia di bioskop lokal dan juga di 133 negara di seluruh dunia, termasuk Vietnam, Indonesia, Taiwan dan Mongolia. Film ini dijadwalkan akan tayang di bulan ini di Amerika Serikat, Kanada, Inggris dan Australia.
***