
Photo
Xochitl Gomez tidak datang ke Marvel dengan ’’tangan kosong’’. Pada usia 16 tahun, dia telah memiliki portofolio yang memukau. Tak salah jika Marvel memercayakan America Chavez, ’’motor’’ cerita di Doctor Strange in the Multiverse of Madness, kepadanya.
---
MEREKA yang sudah nonton Multiverse of Madness tentu tahu bahwa Chavez punya kekuatan spesial. Salah satunya membuat portal ajaib berbentuk bintang. Kekuatan bintang itu rupanya tidak hanya dimiliki Chavez. Sang pemeran, Xochitl, juga punya kualitas bintang yang membuat dirinya bersinar di film Marvel pertamanya.
Xochitl, dibaca So-chi, langsung memukau tim casting lewat video audisinya. Menurut Victoria Alonso, salah seorang presiden produksi Marvel Studios, aktris muda itu dinilai ’’sejiwa’’ dengan karakter America Chavez. Plus, dinilai mampu mengimbangi performa cast sekelas Benedict Cumberbatch dan Elizabeth Olsen.
’’Dia punya kepercayaan diri yang kuat. Ada kilau di matanya. Kami melihat pergolakan America Chavez dalam dirinya,’’ papar Alonso via laman resmi Marvel.
Meski baru berusia 16 tahun, wajar jika Xochitl punya pesona kuat. Dia mulai berakting di usia belia. Dalam wawancara dengan Seventeen, Xochitl mengaku terlahir untuk tampil sejak kecil.
Pada usia 5 tahun, dia telah terlibat di produksi teater musikal. Hingga umur 12 tahun, fans berat Moon Knight itu telah membintangi 22 judul musikal. ’’Aku suka berada di panggung dan tampil. Aku juga suka mengakrabkan diri dengan para cast dan merasakan deg-degan sebelum show,’’ tutur Xochitl.
Dia mulai menjajal tampil di depan kamera pada usia 10 tahun. Wajahnya pun kerap menghiasi iklan dan proyek film independen.
Aktris yang besar di Los Angeles itu mulai mendapat sorotan saat memerankan Dawn Schafer di musim pertama serial Netflix The Baby-Sitters Club. Proyek adaptasi novel anak Ann M. Martin itulah yang membuatnya sempat bimbang menerima tawaran berakting di sekuel Doctor Strange. Sebab, syuting musim kedua serial tersebut berbarengan dengan syuting proyek baru Marvel itu.
’’Produksinya di masa puncak Covid-19. Jadi, aku nggak bisa terbang leluasa dari Inggris–Kanada. Aku sangat kecewa. Sebab, kami –para cewek (di The Baby-Sitters Club)– punya persahabatan yang begitu indah,’’ terang Xochitl. Namun, semua berhasil ditebus ketika dia berada di keluarga besar Marvel. Sebab, dia merupakan fans film dan serial TV-nya.
Xochitl juga merasa punya kesamaan dengan America. ’’Kami sama-sama pekerja keras dan optimistis. Dia juga tidak terlalu mudah percaya, karena punya trust issue yang membuatnya tidak yakin dengan orang-orang di sekitarnya,’’ imbuhnya. Dari sosok fiksi tersebut, aktris berdarah Meksiko itu pun belajar untuk terus melangkah meski dunia tidak berpihak kepadanya.
Buat perannya sebagai America, Xochitl pun menempuh usaha ekstra. Setelah mendapat panggilan audisi lanjutan, dia berlatih dengan teman stuntman-nya. ’’Kami berlatih beberapa bulan untuk kickboxing dan stunt tumbling. Intens sih, tapi kurasa perlu karena aku ingin tim Marvel terkesima,’’ akunya.
Xochitl merasa bangga ada di film blockbuster dan menjadi wakil komunitas LGBTQ+ serta keturunan Latin. Dia mengakui, ’’peran’’ representatif itu sempat dirasakannya ketika memerankan Dawn Schafer di serial The Baby-Sitters Club.
Xochitl juga banyak menerima apresiasi dari penggemar. ’’Aku senang dapat pesan lewat DM dari fans. Mungkin orang lain enggak menghiraukannya, tapi aku membacanya! Mereka mengirim pesan manis, seperti melihat dirinya diwakili di TV karena keberadaanku. Ada yang bikin nangis juga... Itu semua membuatku gembira, karena aku tahu betapa pentingnya melihat dirimu diwakili. Dan dengan America Chavez, aku bisa berbuat lebih dengan skala yang lebih besar,’’ tegasnya.
TRIVIA XOCHITL
- Dapat wejangan fantastis dari Elizabeth Olsen. Pemeran Scarlet Witch itu berpesan agar tidak ragu berbagi ide atau saran kepada tim Marvel, karena mereka mendengarkan masukan aktornya.
- Xochitl menyatakan, chat paling berharga di ponselnya adalah pesan dari Simu Liu. Dia bertemu pemeran Shang-Chi itu di premiere Spider-Man: No Way Home.
- Saat jeda syuting, Xochitl belajar mengemudi dengan menyetir golf cart. Dia sempat balapan dengan Benedict Cumberbatch, yang ditonton para cast dan kru yang beristirahat.
- Punya talenta tersembunyi, yaitu menjulingkan mata dan menirukan suara jangkrik dengan ludahnya.
- Gemar berburu thrift-shopping bersama sang ibu. Xochitl sangat terinspirasi fashion era 1940 dan 1950-an dengan sentuhan punk.
- Xochitl adalah fans berat musisi Peter McPoland. Dia merekomendasikan dua lagu favoritnya, Sally Forth dan Romeo and Juliet.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
