Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 17 April 2022 | 23.48 WIB

Top 3 X Factor Indonesia Musim Ketiga Siap Tampil di Episode Pemungkas

Danar Widianto/ (Danar untuk Jawa Pos) - Image

Danar Widianto/ (Danar untuk Jawa Pos)

BESOK (18/4) malam X Factor Indonesia musim ketiga akan tuntas dengan episode Final Countdown and Result Show. Setelah pekan lalu Maysha Juan tereliminasi, ada tiga peserta yang bakal memperebutkan gelar jawara ajang menyanyi yang tayang di RCTI itu. Mereka adalah Alvin Jonathan, Danar Widianto, dan grup vokal 2nd Chance. Selain punya bekal skill menyanyi dan bermusik, ketiganya memiliki ciri khas yang jadi andalan untuk tampil maksimal di episode akhir yang bakal dimeriahkan oleh band Simple Plan.

2ND CHANCE dan Harmonisasi yang Dirindukan


GRUP vokal 2nd Chance menjadi satu-satunya peserta grup yang bertahan hingga grand final. Terdiri dari Caecilia Prayudi, Febrian Ihsan, Joan Allan Anderson, dan Thomas ”Tommy” Boly Lakawolo, keempat personel awalnya mengikuti audisi sebagai solois yang ingin berkarya lebih dan melebarkan sayap karier. ”Cuma pas di babak The Chairs, sama Boril (Ariel NOAH, mentor 2nd Chance, Red) dibentuk jadi grup,” ujar Caecil (sapaan Caecilia Prayudi) saat dihubungi Selasa (12/4) sore.

Caecil menambahkan bahwa nama grupnya terinspirasi dari latar belakang pembentukan grup. Caecil, Febrian, Allan, dan Tommy serentak kaget saat ditunjuk sebagai grup oleh Ariel. Mereka mendapat kesempatan kedua untuk memikat para juri setelah tereliminasi di babak The Chairs ketika masing-masing tampil solo. Rupanya, penampilan 2nd Chance sebagai grup memberi poin lebih sehingga mereka lolos ke babak Gala Show.

Harmonisasi menjadi kekuatan 2nd Chance. Caecil yang memiliki suara alto atau rendah mengimbangi suara Allan, Febrian, dan Tommy yang tenor alias tinggi. Dari segi genre musik, 2nd Chance juga berani mengeksplorasi banyak genre. ”Awalnya 2nd Chance lebih ke pop dan R&B. Tapi, selama kompetisi kami bawain banyak genre, dari dangdut, rock, soul, klasik, metal, sampai lagu sulit kayak Bohemian Rhapsody,” papar Febri, sapaan Febrian Ihsan.

Sebelum bisa kompak dan melakukan harmonisasi dengan baik, keempat personel 2nd Chance sama sekali tidak kenal satu sama lain. Saat dibentuk sebagai grup, keempat personel hanya punya waktu minim untuk menyelaraskan penampilan agar kompak.

Febri dan Caecil mengungkapkan bahwa saat pertama kali berlatih sebagai grup di babak The Chairs, 2nd Chance berhasil mengompakkan chemistry dan harmoni selama dua jam. ”Itu latihannya kami ulang-ulang terus. Mungkin karena aku, Caecil, Allan, sama Tommy punya kesamaan visi dalam bermusik dan list lagu. Jadi, kami lebih gampang kompak meski nggak saling kenal,” ujar Febri.

Latihan intens dan berulang sebagai grup tetap dipertahankan 2nd Chance selama mereka berkompetisi di Gala Show. Selama karantina, Febri mengungkapkan bahwa frekuensi latihan menyanyi grup pelantun Jatuh Cinta Kedua itu bisa dibilang lebih banyak daripada peserta solo.

Selain dengan lebih sering latihan bersama, 2nd Chance punya ritual lain untuk bisa kompak, yakni makan bersama dengan menu yang sama. ”Jadi kayak menyatukan hati gitu,” kata Caecil. Selain harmoni, Caecil menambahkan, dari komentar-komentar yang dilihatnya di media sosial, banyak penikmat musik Indonesia yang merindukan grup vokal. ”Dulu kan ada Tangga, Warna, Elfa’s Singers, nah sekarang ada 2nd Chance,” tambahnya.

Menjelang penampilan besok malam, 2nd Chance bakal memberikan penampilan dengan lagu yang cukup grande. Persiapan mereka kurang lebih sama seperti sebelumnya, yaitu berlatih secara grup dengan lebih intens. Setelah kompetisi selesai, apa pun hasilnya, grup yang sering dibahas dalam video reaksi YouTuber luar negeri itu sudah punya timeline berkarya. ”Nanti kami juga akan aktif dengan banyak konten,” pungkas Febri. (*)

KATA 2ND CHANCE

- Karakteristik dan Keunikan Alvin: ”Suaranya punya karakter kuat. Pas dia tampil, lagu apa pun jadi kayak lagu dia sendiri.”

- Karakteristikdan Keunikan Danar: ”Selalu tampil konsisten dan selalu mempertahankan orisinalitasnya ketika bernyanyi.”

 

DANAR WIDIANTO, Bersinar dengan Kesederhanaan


BANYAK penonton setia X Factor Indonesia musim ketiga yang menyebut Danar Widianto, 18, sebagai anak senja. Suaranya yang khas, penampilan dan cara menyanyi yang simpel, iringan musik akustik, serta lagu dengan lirik sederhana namun puitis khas musisi folk atau indie sukses membuatnya bertahan di X Factor Indonesia musim ini.

Danar berhasil membuktikan bahwa kesederhanaan dalam bermusik juga bisa diapresiasi dengan baik. Selain bisa bertahan hingga babak grand final, video-video penampilan Danar di Gala Show sering masuk dalam jajaran video trending di YouTube. Bahkan, video babak audisinya saat membawakan lagu Dulu yang diciptakan sendiri sudah merebut hati para viewers di kanal YouTube X Factor Indonesia.

Saat dihubungi Rabu (13/4) siang, Danar bersyukur caranya bermusik diapresiasi sebesar itu. ”Pastinya senang dan bangga. Aku juga nggak nyangka sih bisa sebesar itu, soalnya aku mikir ’aku ini apa sih’,” kata musisi asal Purwokerto tersebut.

Bakat bermusik Danar sudah muncul dari kecil. Keluarganya sudah mengenalkan Danar dengan musik sedari dini. Kemampuan bermusik dilatih Danar secara otodidak. Pengalaman sebagai tim musik ekstrakurikuler teater SMKN 2 Purwokerto dan penyanyi kafe semakin mengasah musikalitas penyanyi yang dulu sempat bergabung di grup vokal Putra Banyumas itu.

Ketika X Factor Indonesia musim ketiga akan dimulai, Danar tertarik ikut agar karyanya bisa lebih didengarkan banyak orang. Dia mengaku iseng saja saat mengikuti audisi. Ternyata, konsistensi dalam bermusik membuatnya bertahan hingga akhir. ”Selama di kompetisi, aku sadar bahwa aku punya tujuan berkarya dengan baik,” katanya.

Danar sendiri tidak mengklaim diri sebagai ”musisi anak senja”. Dia mengaku hanya menampilkan apa yang dia suka atau apa yang ada dalam pikirannya. ”Aku memang suka dengan cara bermusik yang seperti ini, yang penting pesannya sampai ke penonton. Idealismeku cukup tinggi sih,” papar Danar.

Tak hanya menyanyi, Danar juga punya kemampuan menciptakan lagu. Di babak grand final Senin (11/4) lalu, Danar membawakan lagu ciptaannya sendiri, Sebatas Formalitas. Danar menjelaskan bahwa apa pun bisa jadi sumber inspirasinya saat menciptakan lagu. ”Aku lihat batu ya bikin lirik tentang batu, lihat gedung ya bikin lirik tentang gedung. Oh iya, nyiptain lagunya ditemani sama kopi, hehe,” ujarnya.

Untuk penampilan di babak pemungkas, Danar mengaku tidak ada persiapan khusus. ”Tetap tampil seperti Danar biasanya, nggak macam-macam, tetap dengan kesederhanaan,” katanya. Danar menerapkan betul apa yang dikatakan mentornya, Bunga Citra Lestari, kepadanya. Yakni, Danar harus bisa tetap bersinar dengan kesederhanaan penampilan dan bermusik.

Seusai kompetisi, Danar akan fokus pada tujuan utamanya mengikuti X Factor Indonesia, yakni berkarya. Dia mengaku sudah punya stok lagu yang diciptakannya. Tinggal menunggu kapan waktu yang tepat untuk merilis. ”Selebihnya, masih rahasia ya, haha,” pungkasnya. (*)

KATA DANAR

- Karakteristik dan Keunikan Alvin: ”Karakter suara dan penampilannya kuat banget.”

- Karakteristik dan Keunikan 2nd Chance: ”2nd Chance selalu kompak saat tampil.”

 

ALVIN JONATHAN Utamakan Have Fun


X FACTOR Indonesia musim ketiga bukan kompetisi menyanyi nasional pertama bagi Alvin Jonathan. Pria 24 tahun itu merupakan alumnus kontes menyanyi anak-anak Idola Cilik musim ke-3 yang berlangsung pada 2009 hingga 2010. Alvin, yang kala itu berumur 12 tahun, sukses meraih juara ketiga.

Selepas Idola Cilik, karier musik Alvin cukup bagus. Berkat kemampuan menyanyi dan bermusik, kontestan asal Jawa Timur itu tergabung di dua grup yang terdiri dari para alumnus Idola Cilik. Yakni grup vokal Icil Divo dan grup musik Super Band di mana Alvin mengisi posisi vokalis.

Masa remaja dan dewasa awal pun diisi Alvin sebagai penyanyi. Setelah vakum dari aktivitas grup vokal Yujin, pemilik single rohani Rancangan-Mu Indah itu aktif menyanyi di berbagai acara off air. Hingga akhirnya tawaran mengikuti audisi X Factor Indonesia musim ketiga datang.

Saat dihubungi Rabu (13/4) siang, Alvin mengikuti audisi X Factor Indonesia karena sudah bosan dengan rutinitas hidup yang dijalaninya. ”Aku bingung sih mau ngapain lagi. Makanya, pas dapat kesempatan, ya ayo aja deh,” ujar pria yang belajar menyanyi secara otodidak itu.

Para mentor X Factor Indonesia musim ketiga menilai Alvin punya warna vokal dan gaya menyanyi yang urban. Pop, kekinian, dan mudah dinikmati. ”Lebih ke pop blues sih. Sama bisa R&B dikit-dikit lah,” tambah pelantun lagu Iman Tak Sama itu.

Pengalaman tampil di kompetisi menyanyi dan karier sebagai penyanyi rupanya tak serta-merta membuat Alvin lebih rileks saat tampil di X Factor Indonesia. Dia mengaku sering deg-degan. Hal itu wajar mengingat Alvin sudah lama tidak menyanyi di kompetisi. Apalagi, suasana kompetisi X Factor dengan kompetisi menyanyi yang dulu diikutinya sangat berbeda dan persaingan cukup ketat. Alvin merasa ingin memberikan yang terbaik dalam tiap babaknya.

Seiring berjalannya waktu, Alvin mengaku mulai lebih bisa percaya diri. Selama karantina, dia menerima banyak arahan dan masukan. Tak hanya dalam olah vokal, tapi juga penampilan di panggung. Salah satunya dari sang mentor Bunga Citra Lestari. ”Kak Unge (sapaan Bunga Citra Lestari, Red) banyak kasih masukan yang bikin aku lebih percaya diri,” ungkap Alvin.

Selain memperbaiki rasa percaya diri, Alvin punya cara agar rasa nervous-nya terlupakan. Yakni dengan mengutamakan keasyikan atau have fun selama tampil. Hal itu cukup berpengaruh ke penampilannya. Membuat sebuah lagu lebih mudah dinikmati.

Menjelang Final Countdown & Result Show, Alvin mengatakan bahwa persiapannya sama seperti saat Gala Show sebelum ini. ”Pokoknya have fun dan nikmatin aja. Apalagi, ini momen terakhir di X Factor Indonesia. Sama aku juga mau lebih tenang lagi,” ujar Alvin yang ingin terus berkarya selepas ajang X Factor Indonesia musim ketiga. (*)

KATA ALVIN

- Karakteristik dan Keunikan Danar: ”Suara dan genre musik yang dibawakan unik.”

- Karakteristik dan Keunikan 2nd Chance: ”Harmonis dan unik karena sudah jarang ada grup vokal.”

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore