Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 Februari 2022 | 21.01 WIB

Grup Musik Daun Jatuh Jeritkan Kerinduan Lewat Lagu Malang

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Daun Jatuh adalah grup band folk-pop yang sedang naik daun. Grup ini sudah merilis sejumlah lagu sebelumnya dan mendapat sambutan positif dari para penggemar. Lagu bertajuk Resah Jadi Luka misalnya, ditonton lebih dari 32 juta kali di YouTube. Lagu ini sempat viral di TikTok dan masuk top chart 200 di platform Spotify Indonesia.

Sementara lagu Antara Pagi dan Kau kini sudah ditonton lebih dari 12,6 juta kali di YouTube. Sejak tahun 2021, Daun Jatuh dengan personel Verrel Alvirizky (vokalis), Timothy Gunung Tua (gitaris), Jessen Nathanael (drummer), William (bassist), Mufti Ahmad Fadilah (gitaris), dan Azriel Ismail (keyboardist), resmi bergabung dengan label musik Warner Music Indonesia.

Kali ini Daun Jatuh merilis single terbaru bertajuk Malang yang merupakan lagu ketiganya setelah bergabung dengan Warner Music Indonesia. Sesuai judulnya, lagu ini menjadi semacam kerinduan vokalisnya, Verrel Alvirizky selaku lagu ini pada kota Malang yang sempat ditulisnya dalam bentuk puisi. Karya puisinya itu kemudian diadaptasi menjadi lirik lagu dan kini dirilis guna memuaskan dahaga para penggemar yang menanti-nantikan karya terbarunya.

Verrel mencurahkan perasaannya dalam bentuk puisi tentang kota Malang bukan tanpa sebab. Di kota yang terletak di Provinsi Jawa Timur itu, ia sempat kuliah menimba ilmu di sana. Tepatnya di Universitas Brawijaya. Lagu ini kemudian diadaptasi menjadi semacam ekspresi rasa rindu seseorang kepada seseorang namun sayangnya hubungan mereka kandas tanpa alasan jelas.

“Yang lebih menyakitkan karena mereka berdua sama-sama tidak tahu alasan apa yang membuat mereka tidak dapat menjalin hubungan lebih lanjut lagi. Hanya takdir yang belum tepat saja,” kata Verrel Alvirizky, sang vokalis dalam keterangannya, Kamis (10/2).

Daun Jatuh mendapat tempat di hati para penggemarnya karena lirik lirik lagu yang dibawakan cukup indah layaknya sebuah karya puisi. Termasuk single terbarunya, Malang. “Jadi memang saya waktu itu sedang menulis puisi karena merasakan kerinduan yang dalam ke kota tempat saya kuliah,”katanya.

Lagu Malang diproduseri oleh Ibnu Dian dari Matter Halo. Lagu ini memiliki durasi kurang lebih 5 menit, dibuka dengan petikan gitar akustik dan tambahan suara-suara alam. Perpaduan suara Verrel dan aransemen musik yang dibuat minimalis terdengar sangat intim, hangat, dan memberikan pesan menenangkan bagi para pendengar. ‘Siapakah yang harus ku salahkan, dengan semua terjadinya ini. Bukan salahku dan bukan salahmu juga. Hanya takdir yang belum tepat’. Demikian secuplik lirik pada bagian reff dari lagu itu.

Mufti, selaku gitaris berharap lagu terbaru Daun Jatuh ini juga sukses seperti sejumlah single sebelumnya. “Semoga lagu ini bisa mewakilkan rasa rindu seseorang dan semoga lagu ini menjadi langkah awal yang baik bagi kami di tahun ini,” tuturnya penuh harap.

Lagu Malang adalah single ketiga yang dirilis Daun Jatuh bersama label rekaman Warner Music Indonesia. Sebelumnya mereka telah merilis lagu bertajuk Tak Selaras dan Momen. Kedua lagu tersebut mendapat respon baik dari para penggemar. Lagu Momen di Youtube sudah mendapatkan views sebanyak 794 ribu, sedangkan official music video Tak Selaras sampai saat ini sudah ditonton lebih dari 499 ribu kali.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore