Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 November 2021 | 01.49 WIB

Venom: Let There Be Carnage Fokus pada Hubungan Eddie dan Venom

Ilustrasi petani di sawah. Dok. JawaPos - Image

Ilustrasi petani di sawah. Dok. JawaPos

JawaPos.com–Simpel dan menegangkan. Dua kata itu mampu merangkum keseluruhan isi film Venom: Let There Be Carnage (2021). Film besutan Andy Serkis itu merupakan kelanjutan dari Venom (2018) yang menceritakan tentang Eddie Brock (Tom Hardy), alien symbiote yang menjadi musuh bebuyutan Spider Man.

Dalam Venom: Let There Be Carnage, Serkis tidak menyajikan original story Venom seperti versi film sebelumnya. Venom kini memiliki musuh yang sama-sama symbiote. Musuh Venom, Carnage berinang di tubuh Cletus Kassidy (Woody Harrelson), pembunuh berantai yang akan menjalani hukuman mati.

Karena suatu kejadian, Eddie tak sengaja memindahkan sari Venom kepada Kassidy. Tanpa disadari Eddy dan Venom, keduanya memiliki musuh baru, yakni Carnage.

Demi menyelamatkan nyawanya, keduanya harus bertarung melawan Kasidy, symbiote, dan Frances Barrison (Naomie Harris), pacar Kasidy yang juga memiliki kekuatan super.

Film yang disajikan selama 1 jam 37 menit itu memiliki plot yang ringan dan cepat. Rasanya, baru saja film dimulai, tahu-tahu sudah mencapai pertarungan akhir.

Plot yang berlangsung cepat bukan berarti membosankan, namun dihanyutkan dalam hubungan romance Venom dan Eddie yang kocak, bukan lagi menegangkan seperti film pertama.

Dalam film yang berhasil mendapatkan rating 59 persen dari Rotten Tomatoes itu, Venom mendapat ruang lebih untuk mengekspresikan diri. Mulai dari memasak untuk Eddie yang baru saja patah hati karena ditinggal Anne (Michelle Williams), mantannya yang bertunangan, hingga melakukan stand-up comedy dadakan di sebuah klub malam.

Kepada Hollywood Reporter, sutradara Andy Serkis mengakui bahwa hubungan antara Brock dan Venom merupakan inti dari film itu. Terlebih dalam salah satu scene yang menceritakan Venom ikut dalam sebuah festival.

Di festival itu, Venom bertemu dengan rapper Little Simz. Serkis berterima kasih pada Simz karena telah menginspirasinya menciptakan scene tersebut.

”Dia (Simz) membuat lagu yang terhubung pada film pertama. Kemudian Tom (Hardy) menghubunginya. Kemudian jadilah kami fokus pada hubungan Brock dan Venom,” tutur Serkis.

Scene tersebut diakui Serkis sebagai momen di mana Venom bisa mengutarakan perasaannya. Terlebih dalam dialog Venom yang bicara tentang menghargai satu sama lain.

”Yang unik adalah dia (Venom) bilang untuk hentikan kekerasan pada alien, karena kita tinggal di bola batu (bumi). Jadi dia bicara tentang kebebasan sebagai individu,” ucap Serkis.

Memang, sulit untuk tidak mengakui bahwa Venom: Let There Be Carnage (2021) jauh lebih baik dari film terdahulunya. Hal itu juga diakui Tom Hardy kepada The National News.

”Kami bangga dengan film ini dan kami kadang-kadang berpikir bahwa film ini lebih baik dari yang pertama,” tutur Tom Hardy.

Dalam film itu, Hardy juga berperan sebagai co-writer dan produser. Dia menyebut, berupaya untuk membawa versi komik ke dalam film.

”Kami berupaya untuk memberikan berbagai elemen yang dikenal oleh fans garis keras maupun pecinta Venom versi film,” tandas Hardy.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore