Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 November 2023 | 01.12 WIB

Geisha Rilis Tak Kan Pernah Ada Love Recalls Version: Aransemen yang Lebih Ceria untuk Lagu Jatuh Cinta

REMAKE: Nard, Regina, serta Dgan mengungkapkan total ada lima lagu lawas Geisha yang diaransemen ulang dalam Love Recalls Version. - Image

REMAKE: Nard, Regina, serta Dgan mengungkapkan total ada lima lagu lawas Geisha yang diaransemen ulang dalam Love Recalls Version.

JawaPos.com - Grup musik Geisha baru saja merilis ulang lagu Tak Kan Pernah Ada (2009) versi Love Recalls. Salah satu hit populer dari album Anugerah Terindah itu diaransemen ulang dengan nuansa baru yang lebih nge-beat. Jawa Pos berkesempatan berjumpa dengan tiga personel Geisha pada Selasa (14/11) lalu. Ada Regina Poetiray (vokalis), Rahmad Ramadhan alias Dhan (kibor), dan Nard (basis) yang akan membagikan proses dari project Love Recalls Version.

Jawa Pos (JP): Love Recalls Version ini project apa?

Regina Poetiray (RP): Bisa dibilang ini minialbumnya Geisha. Konsepnya sudah ada dari dua tahun lalu. Kami merilis ulang beberapa lagu lama dengan formasi yang sekarang. Kami pengin mengajak MyGeisha (sebutan fans Geisha) dan pendengar baru untuk recall atau nostalgia lagu-lagu lama Geisha, tapi dengan versi yang sekarang.

JP: Bakal ada berapa lagu yang diaransemen ulang?

RP: Sudah ada dua lagu yang dirilis dari total lima lagu. Pertama, Cinta dan Benci yang rilis awal tahun ini dan Tak Kan Pernah Ada bulan lalu. Next, kami akan rilis Jika Cinta Dia dalam waktu dekat. Dua lagi masih rahasia.

JP: Apa yang berbeda dari Tak Kan Pernah Ada yang sekarang dan versi lama?

RP: Yang pasti dari musiknya. Chord dan aransemennya juga dibuat berbeda. Kami menyajikannya dengan nuansa baru yang lebih fresh dan cheerful. Karena sebenarnya tema lagu ini itu jatuh cinta, cuman yang versi lama dikemasnya galau kan. Nah, yang sekarang lebih nge-beat. Jadi, genrenya lebih ke city pop.

JP: Berapa lama dan seperti apa proses remake Tak Kan Pernah Ada?

Nard (N): Kami mengerjakannya tidak sampai lama. Paling 2–3 bulan. Kami melibatkan musisi untuk kerja sama, tapi di balik produksinya saja. Jadi, kami bikin musiknya dulu di studio, lalu lempar ke mereka. Baru finishing. Yang lama itu revisinya. Kami godok lagi aransemennya sebelum recording dan tentu kami bikin musiknya sesuai nyamannya Regina juga.

JP: Apa yang jadi tantangan dalam mengaransemen ulang sebuah lagu?

N: Challenge-nya lebih ke output-nya. Kami memikirkan bagaimana orang bisa menikmati lagu lama, tapi rasa baru dengan adanya Regina. Kalau orang dengerin yang versi Momo, vokalis sebelumnya, ya sudah itu jadi otentik saja. Bersama Regina kami mengemasnya dengan suasana dan musik baru.

JP: Regina merasa dalam tekanan nggak membawakan kembali hit lama Geisha versi baru?

RP: Kalau untuk sekarang aku membawakannya lebih let it flow aja. Karena juga didukung sama musik baru yang sudah diaransemen ulang sesuai karakter vokalku. Jadi, kami beri pilihan ke pendengar kalau memang suka versi lama monggo. Kalau suka yang baru, juga ada versi sekarang.

JP: Pemilihan lagu yang akan diaransemen ulang berdasar apa?

Rahmad Ramadhan (RR): Lagu yang sering kami bawakan dan dari persentase Spotify. Lagu yang paling banyak didengarkan jadi pertimbangan besar kami untuk me-remake.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore