Coldplay hadir di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, sebagai bagian dari rangkaian Music of the Spheres World Tour pada Rabu (15/11) malam. (Imam Husein/Jawa Pos)
JawaPos.com – Kehadiran Band kenamaan Inggris, Coldplay, di Tanah Air sukses menyita perhatian publik.
Tak hanya konsernya yang berhasil diselenggarakan di Indonesia pada Rabu (15/11) lalu, namun segala hal yang berkaitan dengan Coldplay pun jadi sorotan.
Salah satunya yakni, privat jet yang digunakan Coldplay untuk mensukseskan tur perjalanannya ke berbagai negara.
Sebagaimana diketahui, dalam penerbangannya, privat jet yang digunakan Coldplay menggunakan bahan bakar yang dinilai ramah lingkungan, yakni jenis Sustainable Aviation Fuel (SAF).
Dalam lamannya, sustainability.coldplay.com, Minggu (19/11), mereka mengeluarkan biaya tambahan untuk menggunakan dan menyediakan bahan bakar SAF bagi penerbangan komersial atau charter yang membawa band, kru, dan peralatan pentasnya.
Usut punya usut, bahan bakar SAF juga telah digunakan perdana oleh Maskapai Garuda Indonesia sejak Oktober lalu.
Garuda Indonesia menggunakannya dalam penerbangan komersial dari Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang menuju Bandara Internasional Adi Soemarmo, Solo.
Bahan bakar SAF dibuat dari campuran bahan bakar jet konvensional dan bahan bakar berkelanjutan.
Bahan bakar ini dihasilkan dari biomassa atau karbon daur ulang. SAF akan mereduksi emisi dari pesawat terbang dan bandara sehingga mengurangi dampak lingkungan secara signifikan sebesar 80 persen dalam penerbangan.
Menyadur dari JawaPos.com, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan, mengatakan, penggunaan energi terbarukan yang rendah emisi seperti SAF dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor transportasi sebesar 16,2 persen pada 2020 secara global.
Sementara mengutip dari Antara, bahan SAF sebagai bahan bakar ramah lingkungan juga telah dikembangkan oleh PT Pertamina (Persero) dengan menggunakan campuran komponen minyak sawit yang dapat mengurangi emisi gas buang pesawat terbang.
Pertamina menargetkan dapat memasarkan bahan bakar SAF pada 2026 dengan mempertimbangkan pengembangan infrastruktur dalam produksi dan distribusi. Bahan bakar ini akan diproduksi di Kilang Green Refinery Cilacap.
Pertamina dalam lamannya menyebutkan terdapat tujuh bahan baku yang digunakan dari berbagai sumber, yaitu selulosa, minyak goreng bekas, camelina, jatropha, halophyta, alga, limbah padat kota.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
