Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 Oktober 2023 | 01.05 WIB

AMI Ethnic Diluncurkan untuk Lestarikan dan Promosikan Alat Musik Tradisional

Jumpa pers peluncuran AMI Ethnic. - Image

Jumpa pers peluncuran AMI Ethnic.

JawaPos.com - Indonesia sejatinya kaya sekali akan budaya, bahasa, tarian, hingga alat musik tradisional yang tersebar di berbagai daerah di Tanah Air. Namun semua itu berpotensi terancam punah ketika generasi penerus tidak ada yang memiliki perhatian dan menjadi pelakunya.

Alat musik tradisional dari Sabang sampai Meraoke ada banyak sekali. Misalnya alat musik kecapi, gendang, sape, angklung, aramba, doli-doli, talindo, kolintang, demung, ganda, geso-geso, rebana, dan banyak lagi yang lainnya.

Guna melindungi pelaku sekaligus alat musik tradisional Indonesia, Yayasan Anugerah Musik Indonesia (YAMI) bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan AMI Ethnic. Ini akan menjadi pusat informasi yang menyajikan berbagai hal tentang alat musik tradisional di Indonesia baik dari sisi jenis, sejarah, cara memainkan, hingga akan menjadi tempat di mana masyarakat bisa dapat membeli alat musik tradisonal tersebut.

Ketua Umum YAMI Candra Darusman mengatakan, hal ini menjadi sebuah upaya untuk mengenalkan para pemain sekaligus produsen musik tradisonal ke publik luas. Pihaknya berupaya untuk mendekatkan keberadaan seniman dan alat musik tradisional yang selama ini tersisihkan dari industri musik.

"AMI mengapresiasi sebesar-besarnya pemain dan produsen alat musik tradisional sebagai musisi. Sebab, jasa dan kepedulian mereka pada seni budaya Indonesia yang tidak boleh dilupakan," kata Candra dalam jumpa pers di bilangan Kemang, belum lama ini.

Candra Darusman perpandangan, informasi seputar alat musik tradisional sangat layak untuk disuguhkan sebagai informasi yang menarik guna membangun kesadaran generasi mendatang untuk menjaga, melestarikan, serta mempopulerkannya.

Hal itu sejalan dengan pernyataan Gilang Ramadhan selaku pegiat musik tradisional. Menurutnya, penting sekali mendekatkan kesenian tradisional termasuk alat musiknya dengan industri. Dengan perhatian yang serius, musik tradisional bisa saja dikawinkan dengan industri untuk mendoprak daya kreativitas lebih jauh lagi supaya industri musik jadi lebih berwarna dan tambah dinamis.

Apalagi anak-anak muda sekarang ini gampang bosan dengan hal-hal yang sudah dilihat dan didengar. Dengan mengawinkan alat musik tradisional dengan alat musik modern menciptakan harmoni unik, tidak menutup kemungkinan alat musik tradisional akan naik daun kembali dan menjadi hal yang pantas dibanggakan dari Indonesia untuk dunia.

"Bisa jadi situasinya nanti jadi berbalik. Alat musik tradisional menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari industri," papar Gilang Ramadhan.

Sementara itu, Direktur Perfilman, Musik, dan Media Kemendikbudristek Ahmad Mahendra mengungkapkan, keragaman alat musik tradisional Indonesia sudah seharusnya mendapat perhatian yang serius dan diberi tempat yang istimewa.

Dengan demikian, para pemain dan produsen alat musik tradisional dapat lebih mengembangkan kualitas mereka sehingga alat musik tradisional bisa semakin digemari masyarakat.

Mahendra juga menyebutkan, informasi alat musik tradisional di laman www.amiethnic.com nantinya bakal disebarkan ke website resmi Kedutaan Besar Indonesia yang ada di setiap negara di seluruh dunia.

Upaya tersebut, kata Mahendra, supaya alat musik tradisional dan seni musiknya terjaga dan menjadi harmoni dengan kebesaran budaya Indonesia dari masa lampau.

"Ini harus terus bertahan dan dirawat oleh masyarakat Indonesia, sehingga perlu diketahui mancanegara," katanya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore