Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Oktober 2020 | 03.05 WIB

Manoj Punjabi: Kalau 25 Persen, Nggak Kebagian Layar Pak

CEO sekaligus produser PT MD Pictures, Tbk, Manoj Punjabi saat mengumumkan KKN di Desa Penari akan dibuat film. (Rieska Virdhani/JawaPos.com) - Image

CEO sekaligus produser PT MD Pictures, Tbk, Manoj Punjabi saat mengumumkan KKN di Desa Penari akan dibuat film. (Rieska Virdhani/JawaPos.com)

JawaPos.com — Dibolehkannya film diputar lagi di bioskop di wilayah DKI Jakarta tidak lantas membuat senang para produser dan asosiasi film. Jumlah penonton yang dibatasi maksimal 25 persen menjadi salah satu penyebab. Dengan patokan angka tersebut, hal itu dinilai akan sangat memberatkan karena mereka bakal mengalami kerugian.

Ditambah lagi apabila film lokal dan film luar negeri dipaksa harus berkompetisi mencari penonton yang jumlahnya hanya dipatok di 25 persen dari seluruh kapasitas yang tersedia. Manoj Punjabi selaku bos MD Pictures menilai film-film Indonesia tidak akan kebagian layar.

“Rugi, repot, mampus kita. Kalau 25 persen itu kita berkompetisi sama film luar luar, nggak kebagian layar Pak,” kata Manoj kepada JawaPos.com, Selasa (13/10).

Jika bioskop dibuka dengan total penonton 25 persen, diharapkan adanya keberpihakan terhadap film-film lokal. Dan jika animo masyarakat bagus untuk nonton ke film-film terbaru di bioskop, Manoj berharap angka maksimal penonton ditingkatkan meskipun harus tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

Ketua Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Djonny Syafruddin menilai total penonton yang paling realistis di tengah pandemi adalah 50 persen. Angka itu cukup melegakan bagi asosiasi film dan membuat produser lebih bersemangat untuk memutar film-film mereka di bioskop.

“50 persen idealnya di tengah situasi kayak sekarang. Kalau 25 persen asosiasi film pada nggak mau. 25 persen itu sama dengan nggak dikasih izin,” tuturnya.

Lebih lanjut Djonny mengatakan, di sejumlah daerah bioskop-bioskop sudah mulai dibuka sejak 3 bulan lalu. Namun kendalanya mereka tidak ada film yang bisa diputar karena film baru tidak akan ditayangkan sebelum ditayangkan di Jakarta. Karena kata Djonny, Jakarta menjadi titik fokus persebaran film-film baru.

“Film lokal banyak penontonnya di daerah-daerah. Cuma di daerah nggak ada film baru karena Jakarta belum buka. Kalau Jakarta buka,baru didistribusikan ke daerah-daerah,” tuturnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore