
Zara JKT48 kembali bermain dalam Dilan 1991. Zara kembali memerankan karakter Disa.
JawaPos.com - Adhisty Zara juga ikut memperkuat film Milea: Suara dari Dilan yang akan tayang di seluruh bioskop tanah air mulai 13 Februari 2020 mendatang. Sama seperti film Dilan 1990 dan Dilan 1991, film Milea: Suara dari Dilan masih dibintangi Vanessa Priscilla dan Iqbaal Ramadhan.
Di hadapan awak media dan Dilanisme, sebutan untuk para penggemar film Dilan, Zara mengatakan, dia merasa sangat bersyukur bisa terlibat di film Milea. Terlebih dua film sebelumnya sukses ditonton di atas 5 juta orang. Bahakan, yang lebih membuatnya bahagia, Zara mendapat porsi yang cukup besar di film Milea.
"Benar kata Om Fajar. Karena sudut pandangnya dari sisi Kak Dilan jadi lumayan banyak (dapat peran). Alhamdulillah Zara lumayan di sini. Semoga kalian puas sama filmnya karena ini film lebih keren dari Dilan 1991," ucap Zara.
Mantan member idol grup JKT48 itu sudah tak sabar menunggu film Milea tayang di seluruh bioskop tanah air. Zara meyakini Milea: Suara dari Dilan juga akan sukses sama seperti dua film sebelumnya. Apalagi cerita yang disuguhkan benar-benar membuat penonton bakal penasaran akhir dari kisah cinta Dilan dan Milea.
"Aku enggak sabar nonton filmnya gimana ya nanti. Karena di Dilan 90 senang-senangnya, Dilan 1991 sedih-sedihnya, gimana ya nanti," tutur Zara.
Sementara itu di tempat yang sama, Fajar Bustomi mengatakan, dia cukup takjub akan akting yang diperlihatkan Zara ketika menjalani syuting film Milea. Dia pun meyakini Zara akan menjadi aktris yang cukup besar di masa yang akan datang.
"Zara luar biasa aktingnya. Kalau pun dia sukses ya wajar," ucap Fajar Bustomi.
Film Milea: Suara dari Dilan merupakan film terakhir dari trilogi yang diangkat dari buku karya Pidi Baiq. Dua film sebelumnya yaitu Dilan 1990 dan Dilan 1991, bisa dibilang sukses besar ketika tayang di bioskop tanah air.
Fajar Bostomi mengatakan, film ini tidak saja menggali cerita tentang Milea dan Dilan. Karakter yang tidak muncul di dua film sebelumnya juga bakal dimunculkan dalam film
Lebih lanjut dia mengatakan, dalam menggarap film Milea, Fajar Bustomi memposisikan diri sebagai penggemar atas buku karya Pidi Baiq. Dia pun berusaha membuat film Milea semirip mungkin dengan buku supaya tidak mengecewakan para pembaca buku yang sudah memiliki banyak penggemar.
Fajar mengatakan, berbeda dari 2 film sebelumnya, Milea: Suara dari Dilan proses editing-nya sangat lama. Itu karena film ini adalah yang terakhir. Fajar harus memastikan bahwa film ini bisa menjadi film pamungkas yang apik supaya tidak mengecewakan para penonton.
"Ini proses editing-nya film paling lama. Karena ini dari buku terakhir kami hati-hati banget. Kami sayang banget sampai nonton film-nya diulang-ulang supaya proses editing-nya sempurna," paparnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
