
Kim Ki Duk
JawaPos.com - Organisasi perempuan di Korea, Womenlink meminta panitia Festival Film Jepang untuk tidak menayangkan film karya Kim Ki Duk yang terkena kasus pelecehan seksual terhadap beberapa aktris.
Melansir The Korea Times, organisasi tersebut merilis pernyataan pada Jumat (8/2) kepada Festival Film Internasional Yubari dengan mengatakan bahwa festival tersebut memiliki kata kunci sebagai festival film lucu di dunia. Namun hal tersebut menjadi tidak lucu sama sekali karena mengabaikan masalah kekerasan seksual di industri film yang dilakukan pegiatnya.
"Tolong batalkan rencana kalian untuk memutar film Kim Ki Duk," ujar pernyataan tersebut.
Sebelumnya, festival tersebut telah mengumumkan bahwa film karya Kim Ki Duk berjudul Human, Space, Time, and Human (2017) akan menjadi salah satu dari tiga film pembuka di acara tersebut. Rencananya, film itu akan diputar pada 7 Maret di Hokkaido, Jepang.
Mereka mengatakan, keputusan panitia festival tersebut untuk menayangkan film itu merupakan tindakan yang menunjukkan kesediaan mereka untuk berpihak kepada pelaku kekerasan seksual.
Selain mengeluarkan pernyataan resmi, Womenlink juga telah mulai melakukan kampanye di media sosial mereka yang menyerukan agar pemutaran film tersebut dibatalkan.
Sejatinya, Kim Ki Duk sendiri merupakan pembuat film di Korea yang memenangkan berbagai penghargaan. Karya-karyanya banyak yang populer, termasuk salah satunya adalah Pieta.
Namanya beberapa waktu belakangan sering diperbincangkan karena dugaan keterlibatannya melecehkan dan menyerang beberapa aktris secara seksual. Ia bahkan menuduh balik tiga aktris yang menjadi korbannya dan jurnalis yang telah mencemarkan nama baiknya.
Adapun filmnya yang akan ditayangkan di festival tersebut merupakan film panjang ke-23 garapannya yang dibintangi oleh Ahn Sung Ki dan Jang Geun Suk. Film tersebut bercerita tentang orang-orang berbeda usia yang melakukan perjalanan dengan kapal perang dalam jeda suatu perang.
Film itu juga diketahui mengandung adegan yang disinyalir bernuansa 'biru' karena terdapat adegan pria yang melakukan pelecehan seksual terhadap wanita.
Festival itu sendiri berpusat kepada film fantasi dan fiks ilmiah dan merupakan salah satu dari dua festival film bergengsi yang ada di Jepang.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
