Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, dalam wawancara khusus dengan ANTARA di Jakarta, Senin (3/7). (ANTARA/Rio Feisal)
JawaPos.com - Dua Film Terpilih Festival Film Bulanan (FFB) lokus 6 sudah resmi diumumkan. Film Terpilih pertama diraih oleh film berjudul Setelah Kita Menangis karya Sutradara Fani Atma Wijaya asal Palembang dan Film Terpilih kedua diraih oleh film Pabaruak karya Sutradara Indah Septy Elliyani asal Batusangkar, Sumatra Barat.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno memberikan apresiasi kepada tim produksi film Setelah Kita Menangis dan Pabaruak karena sudah menghasilkan karya luar biasa. Dia percaya film ini mampu bersaing di tingkat internasional.
“Kami ingin memberikan apresiasi kepada kedua Film Terpilih Festival Film Bulanan lokus 6. Bangga sama kreator film pendek tanah air yang sudah menghasilkan karya yang baik dan disiapkan untuk dibawa ke kancah internasional. Ini menjadi bukti bahwa pelaku kreatif kita punya bakat yang luar biasa dan bisa mendunia,” kata Sandi kepada wartawan, Selasa (25/7).
Sebagai bentuk apresiasi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, bagi kedua Film Terpilih akan mendapat sertifikat, suvenir, kesempatan mengikuti workshop perfilman, dan menjadi nominasi di malam penganugerahan Festival Film Bulanan yang diselenggarakan pada bulan Desember.
Selain itu, sebagai bagian dari eksibisi, akan ada penayangan poster digital di sejumlah area Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan penayangan film di acara ‘Sinema Keliling’, bioskop maupun media Over The Top (OTT).
Sandiaga Uno juga mengimbau para sineas yang berada di Kalimantan agar mempersiapkan diri untuk pendaftaran lokus 7. FFB lokus 7 rencananya akan dibuka pada 2 Agustus mendatang.
“Kami harap kehadiran Festival Film Bulanan ini bisa menjadi motivasi bagi para kreator film pendek di Indonesia. Kami optimis, pemanfaatan peluang yang tepat sasaran dan waktu, tidak hanya memberikan dampak positif bagi pembukaan lapangan kerja baru, tetapi juga mendorong kebangkitan industri ekonomi kreatif Indonesia. Karena mahakarya akan selalu menemukan jalannya," ucap Sandi.
Sementara itu, kurator Mohamad Ariansah yang juga sebagai Dosen Film dan Televisi menyampaikan, FFB lokus 6 ini sudah lebih baik dibanding lokus sebelumnya.
“Jauh dibandingkan sama bulan lalu. Kalau nyari film untuk dibawa ke luar negeri, dari lokus ini lumayan oke,” ujar Ale, sapaan akrab Ariansah.
Menurut Ale, cara penyampaian ceritanya (storytelling) sudah bagus. “Aku suka Pabaruak. Level storytelling-nya sudah bukan lagi masuk ke fisik tapi metafor dan ironi gitu. Buat aku canggih cara penyampaian ceritanya,” tutur Ale.
Sementara untuk film Setelah Kita Menangis, Ale mengungkapkan tim produksi memiliki kekuatan di pengadeganan. "Kesadaran bagaimana di dalam visual bukan hanya bicara kekuatan tentang kamera saja, kekuatan editing saja, tapi koreografi pemain di setting sedemikian rupa dan relasi antar karakternya baik," pungkas Ale.