Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 1 Oktober 2017 | 18.14 WIB

Pemeran Pierre Tendean: Disundut Rokok dan Dipopor Bedil Sungguhan

Wawan Wanisar yang berperan sebagai Kapten (Anumerta) Pierre Tendean merupakan pengusaha logistik - Image

Wawan Wanisar yang berperan sebagai Kapten (Anumerta) Pierre Tendean merupakan pengusaha logistik

SIANG itu cuaca Jakarta cerah. Pada pertengahan 1981. Wawan Wanisar yang tengah bersantai di rumahnya dikejutkan tamu tak dikenal. Tak merasa punya masalah apa pun, dia heran kenapa sang tamu menyatakan keinginannya untuk mengajak dirinya ke rumah Jenderal Besar TNI (pur) Abdul Haris Nasution.



Sebenarnya Wawan merasa bangga lantaran diundang ke rumah Jenderal Nasution. Dia tokoh idolanya. Tapi, ya itu, kenapa undangannya mendadak.



”Beliau (Nasution, Red) sosok yang berwibawa. Saya selalu takjub ketika mendengar ceramah beliau ketika menjadi khatib salat Jumat,” kenang Wawan ketika diwawancarai Jawa Pos (25/9).



Wawan pada awal 1980-an tinggal di Jakarta Pusat. Tidak jauh dari kediaman Nasution di Jalan Teuku Umar. Setelah purnawirawan, jenderal yang lolos dari penculikan Partai Komunis Indonesia (PKI) pada 1965 itu memang menghabiskan banyak waktunya untuk berdakwah.



Esok harinya Wawan memenuhi undangan untuk datang ke rumah Nasution. Di sanalah dia tahu, orang yang mengundangnya ke Jalan Teuku Umar adalah seorang petugas dari Perusahaan Produksi Film Negara (PPFN), rumah produksi film Penumpasan Pengkhianatan G 30 S/PKI.



Senang bukan kepalang, pria kelahiran 1949 itu bisa sekadar berjabat tangan dengan tokoh idolanya. Kalau selama ini hanya bisa memandangi wajah Nasution dari jauh, hari itu dia bisa ngobrol dengan sosok murah senyum tersebut sangat dekat.



Di rumah Nasution siang itu juga ada Arifin C. Noer. Wawan cuek saja, tidak tahu maksud kedatangan sutradara kenamaan tersebut di sana. Di dekat Arifin, ada Mitze Farre. Dia adalah kakak kandung mendiang Kapten (Anumerta) Pierre Tendean, ajudan Nasution.



Tanpa sepengetahuan Wawan, Mitze mengamati sosok Wawan. Wajahnya, tubuhnya, dan gerak-geriknya. Tanpa sepengetahuan Wawan pula, pertemuan siang itu sebenarnya adalah casting kilat untuk menentukan layak atau tidaknya Wawan menjadi salah seorang tokoh utama film Penumpasan Pengkhianatan G 30 S/PKI.



Tidak lama bincang-bincang itu berjalan, Mitze terlihat membisikkan sesuatu kepada Arifin. ”Dia orangnya…mirip dengan Pierre,” kata Wawan menirukan ucapan Mitze kepada Arifin yang mampu didengarnya meski diucapkan sambil berbisik.



Belum hilang kekaguman bertamu Nasution, Wawan diajak ke halaman belakang rumah oleh seseorang yang tidak dia kenal dalam pertemuan itu. ”Ikut saya sebentar,” ajak orang tersebut kepada Wawan dengan nada tak bersahabat.



Ajakan tak bersahabat itu sudah membuat jengkel Wawan. Karena tamu, dia ikut saja. Namun, kesabaran Wawan habis ketika orang itu memarahinya di halaman belakang rumah Nasution. ”Saya lupa, dia marah soal apa. Yang pasti sangat menyebalkan,” kata Wawan, lantas tertawa.



Tak terima dimarahi tanpa alasan, Wawan tanpa ba-bi-bu langsung balas membentak. Bukannya membalas bentakan Wawan, pria itu malah berseru kepada Arifin yang ada di ruang tengah. ”Oke nih, Mas,” kata pria yang ternyata asisten sutradara tersebut.



Sejak saat itulah, Arifin memutuskan Wawan menjadi pemeran Pierre Tendean. Bentakan kepada Wawan adalah ujian untuk melihat apakah dia memiliki watak sama dengan sang pahlawan. Sebab, secara fisik, sebagaimana penilaian Mitze, Wawan sudah sangat mirip dengan Pierre.



Hari itu benar-benar penuh berkah bagi Wawan. Bisa bertemu Jenderal Nasution, lalu mendapatkan kepercayaan memerankan pahlawan dalam film yang sangat besar untuk ukuran saat itu. Apalagi jika mengingat fakta bahwa Wawan bukanlah seorang pekerja seni, apalagi aktor. Bahwa dia dibidik Arifin, itu berkat rekomendasi Rudi, temannya yang menjadi aktor sebelumnya.



Suami Sri Rohayati tersebut adalah pengusaha. Dia punya bisnis logistik, jasa angkutan, di kawasan Tanjung Priok. Dia sama sekali tak punya pengalaman akting, figuran pun tidak pernah. Perawakan yang gagah, wajah rupawan, dan sifat temperamen mengantarkan dia menjadi pemeran yang diidamkan banyak aktor top itu.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore