Pecco Bagnaia. (Instagram @pecco63)
JawaPos.com - Pecco Bagnaia mengungkapkan bahwa ia harus mematikan sistem kontrol traksi pada motornya demi menemukan kecepatan optimal di akhir balapan MotoGP Grand Prix Ceko 2025.
Dilansir dari laman Crash pada Senin (21/7), Juara dunia dua kali itu gagal mempertahankan keunggulan awalnya dan harus puas finis di posisi keempat.
Bagnaia memulai akhir pekan dengan meraih pole position pertamanya pada Sabtu (19/7), namun gagal mengonversinya menjadi podium baik di sprint race maupun grand prix.
Dalam balapan utama dengan 21 lap pada Minggu (21/7), Bagnaia yang memimpin di tikungan pertama justru disalip dalam tiga putaran awal oleh Marco Bezzecchi, Marc Marquez, dan Pedro Acosta.
Dalam sprint race sebelumnya, Bagnaia hanya finis ketujuh akibat gangguan kelistrikan yang memberinya peringatan keliru terkait tekanan ban.
Sementara pada balapan utama, meskipun sempat tertinggal dua detik dari Acosta yang berada di posisi ketiga, Bagnaia berhasil memperpendek jarak namun gagal merebut posisi podium.
Pecco Bagnaia juga mengungkapkan bahwa masalah utama yang ia hadapi adalah pada titik pengereman.
Bagnaia mengaku kesulitan mengendalikan motor saat masuk tikungan, sesuatu yang menurutnya telah menjadi kelemahan sejak awal musim 2025.
Untuk mengatasi permasalahan itu, Bagnaia mencoba pendekatan berbeda dengan mengurangi level kontrol traksi secara bertahap selama lomba.
Perubahan tersebut membantunya meningkatkan kecepatan dan tampil lebih kompetitif di bagian akhir perlombaan, meskipun belum cukup untuk meraih podium.
Meski merasa puas dengan penyelesaiannya di Brno, Bagnaia menyoroti belum adanya solusi pasti atas masalah pengereman yang terus mengganggunya sepanjang musim ini.
Pecco menyebut bahwa tahun lalu, pengereman adalah kekuatannya, namun kini justru menjadi kelemahan yang membuat pembalap lain lebih unggul.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
