alexametrics

Terpesona, Musik, dan Militer

Oleh ARIS SETIAWAN
7 Maret 2021, 13:02:40 WIB

Terpesona, aku terpesona

Memandang (mandang) wajahmu yang manis

Terpesona, aku terpesona

Menatap (menatap) wajahmu yang manis

LAGU berjudul Terpesona digunakan sebagai yel-yel TNI dan Polri. Terpesona diciptakan Semuel Takatelide sekitar 25 tahun silam, dipopulerkan New Nazareth, dan diunggah di kanal YouTube Rolly Kampey 2012 lalu. Lagu itu menjadi menarik karena dinyanyikan secara bersama-sama dan serempak. Terlebih, yang menyuarakannya adalah TNI dan Polri, sosok yang selama ini dipandang identik dengan mimik muka serius, sikap tegas, disiplin, keras, bahkan tak mudah senyum. Kita sering membaca prajurit dalam konteks ketubuhan, namun kita luput membacanya dalam konteks kebudayaan, kaitannya dengan seni, terutama musik.

Hubungan tentara (begitu juga polisi) dengan musik sejatinya telah berlangsung lama. Perayaan ulang tahun TNI maupun Polri sering kali dimeriahkan dengan pawai, diikuti dentuman bunyi sirene, marching band, dan musik vokal dari para prajurit yang didendangkan bertalu-talu. Kehadiran musik tidak semata-mata dinikmati sebagai olah estetika, namun juga melatih kedisiplinan serta semangat patriotis. Suka Hardjana dalam esainya berjudul Musik Tentara atau Tentara Musik (2004) mengisahkan bahwa kehadiran musik dalam dunia kemiliteran telah berusia lampau. Kurang lebih 2.400 tahun yang lalu, Plato meletakkan dasar-dasar pertama hubungan antara musik dan tentara. Untuk menjadi prajurit yang baik, disiplin, dan bertanggung jawab, hal utama yang harus dipelajari adalah bermain dan mengerti musik. Semua prajurit pada era Plato kala itu diwajibkan belajar musik.

Editor : Ilham Safutra

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads