
ILUSTRASI - BUDIONO/JAWA POS
Miguel Covarrubias, seorang seniman dan penjelajah asal Meksiko, menulis dengan indah pengalamannya mengikuti kegiatan megibung di Bali.
---
MEGIBUNG adalah kegiatan masyarakat bersantap bersama-sama.
Dalam tulisannya yang telah diterbitkan dalam buku yang berjudul Island of Bali pada 1937, ia menggambarkan, barisan orang yang duduk bersama penuh dengan gempita kegembiraan. Kesibukan pengelola banjar bersama seluruh anggotanya mengantarkan hidangan demi hidangan menggunakan nampan yang berisi santapan yang beralas daun pisang. Nasi yang dibentuk menjadi tumpeng kecil diedarkan dengan sukacita. Bersamaan dengan santapan itu Covarrubias mengatakan, ”…selalu ditemani oleh tuak, arak, dan brem.”
Tuak, arak, dan brem. Minuman tradisional ini memang tidak dapat dipisahkan dari keseharian orang-orang Bali. Arak tidak saja diminum, dinikmati sembari bercakap-cakap dengan kerabat, namun juga digunakan dalam upacara persembahyangan.
Dalam ritual sembahyang, arak brem dicurahkan ke tanah untuk membuka dan menutup doa. Filosofi dari arak tabuh adalah penghormatan terhadap beragam lapis dunia yang ada. Pandangan kosmologis di Bali meyakini bahwa realitas itu tidak saja yang tampak melalui pancaindra kita, namun juga dunia para dewata, leluhur, dan alam bawah milik butakala.
Apa perbedaan antara tuak, arak, dan brem? Arak terbuat dari cairan manis yang dihasilkan oleh pohon aren dan pohon lontar. Brem terbuat dari beras ketan hitam atau putih. Sementara itu, tuak yang biasanya diambil dari pohon aren juga lontar berbeda pada tahap fermentasi.
Tuak dapat dikonsumsi tidak lama setelah diturunkan dari pohon, sedangkan pengolahan arak dapat berlangsung hingga tiga hari. Di Dusun Geriana Kauh, Karangasem, mereka meracik brem yang istimewa. Sebagian besar warga Dusun Geriana Kauh bekerja sebagai petani dan mereka bertani dengan melestarikan benih lokal yang disebut dengan ”padi masa”. Beras ketan yang berasal dari benih warisan leluhur ini menghasilkan brem yang begitu manis.
Bagi masyarakat di Geriana Kauh, benih leluhur yang mereka tinggikan merupakan perwujudan dari Dewi Sri. Dewi yang mereka sembah melalui Ngusaba atau ritual persembahan serta ucapan syukur atas panen yang berlimpah.
Ritual pemujaan ini memang khas budaya masyarakat agraris. Dewi Sri dipuja sebagai simbol kesuburan dan kesejahteraan. Arak brem dapat dipandang sebagai medium untuk menyibak tirai yang memisahkan manusia dengan yang ilahiah. Kegeniusan lokal ini menunjukkan imajinasi para leluhur dan kerinduan manusia untuk merengkuh yang sakral.
Tommy F. Awuy, seorang pengajar dan pemerhati budaya, mengatakan bahwa keberadaan minuman beralkohol tradisional ini menjadi catatan penting untuk memahami ihwal penghayatan leluhur kita tentang dunia serta daya cipta. Ia mengutip karya Friedrich Nietzsche yang bertajuk The Birth of Tragedy. Nietzsche menggunakan Dionysus atau Dewa Anggur dalam mitologi Yunani untuk menggambarkan proses berkesenian yang penuh kegairahan dan kemabukan.
Nietzsche menggambarkan kreativitas yang liar, kreativitas yang melampaui bangunan rasionalitas manusia. Ia tidak lagi terasing dari alam. Dalam kemabukan itu manusia merasakan tubuhnya menyatu bersama alam.
Ada perkataan di Bali, ”Tuak adalah nyawa.” Lebih tepatnya, kata-kata ini dipetik dari lirik lagu band Masekepung, kelompok bermusik asal Sukawati, Gianyar. Lagu yang dirilis pada 2017 dan hingga kini masih populer di masyarakat.
Makna lagu ini berkisah tentang kesenangan berkumpul dalam persaudaraan. Pada penggalan liriknya, mereka mengatakan betapa hambar dan hampanya jika hidup tanpa tuak. Nyawa, dalam pengertian ini, dapat diandaikan sebagai hidup yang penuh dengan kegairahan. Gairah ini tecermin di dalam ruang hidup orang Bali, diejawantahkan menjadi berbagai bentuk karya seni, musik, sastra, lukisan, hingga pahatan.
Sugi Lanus, seorang pakar lontar dan pendiri Hanacaraka Society, menjelaskan bahwa pada masa lampau arak termasuk dalam tradisi pengobatan. Hal ini tampak dalam lontar Usada Cukildaki dan lontar Usada Tenung Laya.
Ia menegaskan pula pentingnya kedewasaan dan kesadaran akan tanggung jawab dalam mengonsumsi minuman beralkohol. Dalam Manusmriti 5.56, buku pedoman kehidupan etis umat Hindu, dikatakan bahwa sesuatu yang alamiah untuk menikmati anggur, akan tetapi penting untuk selalu mengingat pengendalian diri.
Epikurus, seorang filsuf Yunani, berpandangan serupa, yakni melalui seni kebahagiaan. Merasakan kenikmatan ragawi adalah bagian dari hidup yang baik, namun seseorang harus selalu cermat mengelola agar tidak berlebihan yang justru dapat mengakibatkan kesengsaraan.
Baca juga: Lebih dari Toleransi
Peradaban manusia tidak dapat dipisahkan dari minuman beralkohol. Salah satu bukti tertua, yakni dari 7000 SM, ditemukan pada artefak yang terbuat dari tanah liat di Tiongkok. Teknologi minuman fermentasi semenjak masa kuno dimanfaatkan tidak saja sebagai instrumen perekat sosial yang hadir dalam festival, perkumpulan, maupun peristiwa penting dalam hidup manusia. Melebihi itu, minuman tersebut menjadi medium bagi manusia yang mendambakan percakapan dengan yang kudus. (*)
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/dUSFrjMiT44

Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI: Hari Ini Saya Bahagia
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jadwal dan Link Live Streaming Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang Hari Ini, Kick-off 15.30 WIB di Gelora Bung Tomo
Resmi! Daftar Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang, Alex Martins Starter, Ramadhan Sananta Cadangan
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers
Prediksi Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang: Alex Martins Jadi Mesin Gol Baru Green Force
Prediksi Skor Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026: La Roja Siap Gagalkan Mimpi Indah Lionel Messi Cs
Jude Bellingham dan Harry Kane Cadangan! Ini Susunan Pemain Prancis vs Inggris di Perebutan Peringkat Ketiga Piala Dunia 2026
