Logo JawaPos
Author avatar - Image
14 Mei 2023, 13.30 WIB

Palasik

W.S. DJAMBAK - Image

W.S. DJAMBAK

”Apa ada aturan yang melarang mengunjungi orang yang habis melahirkan? Salahkah jika perempuan tua sebatang kara sepertiku menyukai anak-anak? Memang mukaku buruk, tapi hatiku tidaklah busuk! Andai aku tahu akan begini, kuharamkan kakiku menginjak pekarangan kalian.

”Silakan kalian pancung kepalaku. Andai aku tidak bersalah, darahku tidak menyembur, melainkan mengucur.”

Pandangan mata Biyai nyalang menantang seluruh warga yang datang, membuat nyali mereka sempat ciut.

”Jangan! Palasik tidak akan mati dipancung. Bakar saja!” asung Paduko berang.

Seiring desau angin pada pucuk bambu betung, sebuah suara teriakan kencang memekakkan telinga. Api berkobar membakar seisi rumah gadang lapuk yang menguar bau daging busuk.

***

Malam itu bulan empat belas muncul dengan rupa yang teramat getas. Angin dingin yang mengalir dari pucuk Marapi-Singgalang semakin mengaromakan suasana nestapa.

Beberapa kilometer dari bangkai rumah gadang milik Biyai, tepatnya di rumah praktik bidan tua, terdengar pekik yang membuat bulu kuduk bergidik. Malam itu, seorang anak berusia tiga bulan menggelinjang meregang nyawa dengan mulut berbusa. Matanya merah beku dengan tubuh kaku.

”Ini di luar kuasa kami para bidan.”

Orang tua si anak menyumpah lemah, ”Palasik!” (*)

---

W.S. DJAMBAK, saat ini bermastautin di Pekanbaru, Riau. Menyukai dunia tulis-menulis; puisi, cerpen, esai, dan novel.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore