
Ilustrasi trotoar Jalan Sudirman - MH Thamrin
JawaPos.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan segera merealisasikan revitalisasi trotoar di Jalan Jenderal Sudirman hingga MH Thamrin. Tidak hanya menyediakan jalur khusus motor, dalam design itu juga terlihat beberap spot dan fasilitas yang disediakan bagi masyarakat.
Kepala Dinas Bina Marga Yusmada Faizal mengatakan, total luas trotoar akan menjadi 12 meter pada setiap sisi kanan dan kirinya. Jalan umum atau reguler pun hanya dibuat tiga jalur dengan lebar masing-masing 3,25 meter.
"Dari centre line, median centre line, tengah, ada jalur busway, ada tiga jalur reguler, jalur tepi yang untuk motor dan bus tadi sekitar 5 atau 6 meter, selebihnya adalah trotoar," ujarnya di Balai Kota, Selasa (6/3).
Dia melanjutkan, penataan tersebut bermaksud untuk mendorong masyarakat meninggalkan kendaraan pribadinya. Sebab Pemprov ingin mengoptimalkan moda transportasi umum seperti mass rapid transit (MRT) yang akan beroperasi pada tahun 2019 mendatang.
"Poinnya adalah ke depan, pergerakan perjalanan orang didorong untuk berjalan kaki. Jadi 'moving people, not moving rider'. Semua pergerakan orang dengan adanya akses dari kantor ke tempat-tempat kegiatan dengan berjalan kaki. Oleh karena itu kita menjawab ini dengan trotoar atau pedestrian way yang nyaman, lebar, aman," jelas dia.
Lebih lanjut, Yusmada mengaku akan mengupayakan pembangunan selesai pada bulan Juli 2018 atau sebelum perhelatan Asian Games, 18 Agustus 2018 mendatang.
"Alhamudillah basic desain ini sudah diserahkan ke pengembang dan sudah dilakukan pelelangan secara terbuka melalui pengembang dan dikontrak," tambahnya.
Dengan lebar 12 meter, desain Jalan Sudirman-Thamrin yang baru meliputi adanya jalur busway, jalur mobil atau kendaraan roda empat, jalur motor dan bus reguler, trotoar dan kelengkapannya, penghijauan berupa pohon-pohon peneduh dan taman, hingga walk of fame tokoh olahraga di depan komplek Gelora Bung Karno (GBK).
Sedangkan trotoarnya, juga akan disiapkan beberapa fasilitas publik seperti jalur pejalan kaki, jalur sepeda, halte bus, walk of fame, spot spot seni dan budaya, sarana edukasi, infrastruktur, spot serbaguna, streetvendor atau kios, toilet, bangku, tempat sampah dan penunjuk arah.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
