Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 5 Februari 2018 | 01.49 WIB

Kisah Pohon Jodoh dan Mitos-mitos Cinta di Pulau Bidadari

Pulau Bidadari semakin diminati wisatawan karena banyak lokasi bagus untuk spot foto. (Dok JawaPos.com) - Image

Pulau Bidadari semakin diminati wisatawan karena banyak lokasi bagus untuk spot foto. (Dok JawaPos.com)

Deru riuhnya angin serta gulungan ombak air laut menyentuh bibir pantai sebuah pulau mungil di Kepulauan Seribu. Memecah suasana Pulau Bidadari yang memiliki banyak cerita, sejarah, hingga mitos yang unik.


Oleh: Yesika Dinta


Pulau Bidadari, salah satu pulau di Kepulauan Seribu yang berjarak hanya 20 menit dari Dermaga Marina, Ancol. Ketika datang, pengunjung akan disambut dengan patung seorang wanita berwarna putih yang tingginya sekitar 10 meter. Tak ketinggalan juga, tulisan "BIDADARI" berwarna biru.


Jika berkeliling di pulau seluas 6 hektar itu, pengunjung akan melewati banyak spot-spot menarik. Bahkan, pemandu wisata juga memberi tahu kalau Kepulauan Seribu banyak objek-objek yang berkaitan dengan mitos-mitos cinta. "Disini ada pohon jodoh," ujar pemandu wisata kepada pengunjung, Minggu (4/2).


Pohon jodoh dapat ditemukan sambil berjalan kaki di tengah putihnya pasir pantai. Suasana pulau yang begitu menenangkan dibanding hiruk pikuk kota Jakarta tak akan membuat pengunjung merasa lelah.


Menuju sisi kiri pulau yang berseberangan dengan Pulau Onrust, Cipir dan Kelor itu, pohon jodoh terlihat berada di bibir pantai. Pohon berjenis kepuh itu terlihat sangat besar berdiri menghalangi sinar matahari.


Dinamakan pohon jodoh, pemandu wisata menceritakan, karena masyarakat percaya jika foto di tempat tersebut bisa segera mendatangkan jodoh bagi mereka yang belum memiliki pasangan.


Pohon tersebut, telah berusia ratusan tahun karena sudah ada zaman penjajahan Belanda. Batangnya terlihat sangat lebar dan besar sehingga cocok digunakan sebagai lokasi untuk berfoto. "Sejak 300 tahun lalu," kata pemandu wisata lagi.


Berdampingan dengan pohon jodoh, ada sebuah objek yang bertuliskan I Love You, spot tersebut terbuat dari bambu. Tak jauh dari situ, ada ayunan yang dapat dinaiki pengunjung. Ketika menuju ayunan, meski tak jauh dari bibir pantai, pengunjung harus melangkahkan kaki di atas air laut.


Ketiga spot tersebut, pohon jodoh, objek I Love You, dan ayunan sering digunakan sebagai lokasi pengambilan foto pre-wedding atau foto yang biasa diambil sebelum sepasang kekasih akan menikah.


"Percaya nggak percaya, kalau foto disini nanti bisa dapat jodoh. Kalau sudah punya pasangan semoga segera menikah. Banyak yang sering foto pre-wedding," jelasnya.


Tak hanya itu, Kepulauan Seribu memang dikenal dengan banyaknya objek yang berkaitan dengan mitos-mitos cinta. Seperti Pantai Pasir Perawan atau lebih dikenal dengan Pulau Pari, Pulau Tidung yang memiliki jembatan cinta, hingga Pulau Sebira dengan ciri khas pohon galaunya.


Mendengar hal itu, para pengunjung yang juga ikut berswafoto di pohon jodoh kemudian menambahkan, "Pohon andilau, antara dilema dan galau," tandasnya sambil tertawa bersama jajarannya.


Para pengunjung yang turut hadir terlihat sangat berbahagia berada di Pulau Bidadari kala itu. Di bawah terik matahari, mereka sangat semangat mengitari keseluruhan pulau sambil menikmati udara bersih serta bebas dari polusi.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore