
Gubernur DKI Anies Baswedan saat memperkenalkan Komite Pencegahan Korupsi (KPK) yang masuk dalam TGUPP DKI.
JawaPos.com - Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) milik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan masih menimbulkan banyak pertanyaan. Mulai dari jumlah anggota yang mencapai 73 orang hingga anggaran honor anggota yang berkisar Rp 15-51 juta perbulan.
Hingga saat ini, Anies masih terus merahasiakan nama-nama yang masuk ke dalam tim. Tak hanya itu, rekrutmen juga dilakukan dengan sembunyi-sembunyi dan disinyalir berisikan tim sukses kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.
Menurut sumber terpercaya JawaPos.com dari Politisi Kebon Sirih, TGUPP disusun dengan bantuan partai pengusung Anies Baswedan yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sedangkan Partai pengusung Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno tidak dilibatkan.
"Waktu itu kalau gak salah yang nyusun dari pihak PKS," ujar sumber kepada JawaPos.com, Kamis (4/12).
Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan lima anggota Komite Pencegahan Korupsi (Komite PK) yang merupakan bagian dari Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP). Komite PK diketuai oleh mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto atau yang akrab disapa BW.
Selain BW, anggota juga berisikan aktivis LSM Hak Asasi Manusia Nursyahbani Katjasungkana, mantan Wakapolri Komjen Pol (purn) Oegroseno, dan Peneliti Ahli Tata Pemerintahan yang baik Tatak Ujiyati. Serta mantan Ketua TGUPP pada pemerintahan sebelumnya, Muhammad Yusuf.
Anies mengatakan, komite tersebut dibentuk dengan tujuan mencegah terjadinya korupsi dengan cara membangun sistem pemerintahan yang sesuai dengan prinsip tata pemerintahan yang baik (good governance). Prinsip tata pemerintahan yang baik ini adalah pemerintahan yang bersih, akuntabel, sesuai aturan hukum, efektif, efisien, dan partisipatif.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
