Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 30 Desember 2017 | 21.13 WIB

6 Letusan dari Lubang Loket Klinik, Dokter Helmi Tembak Mati Istri

Dokter Helmi yang menembak mati istrinya sendiri saat menjalani rekonstruksi - Image

Dokter Helmi yang menembak mati istrinya sendiri saat menjalani rekonstruksi

JawaPos.com - Masalah rumah tangga yang berkepanjangan bisa menimbulkan aksi nekat yang tidak terduga. Pelakunya dari kalangan mana saja. Seperti peristiwa pembunuhan yang terjadi November 2017 lalu. Tersangka dokter Ryan Helmi (41) nekat menembak mati istrinya sendiri, dokter Letty Sultri (46).


Kasus penembakan sadis itu menggegerkan warga sekitar dan pekerja di sekitar Klinik Azzahra Medical Center di Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakata Timur. Suara beberapa letusan tembakan terdengar nyaring, sekitar pukul 14:00 WIB, Kamis 9 November 2017. Ternyata, terjadi pembunuhan istri oleh suaminya dengan cara menembak.


Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, pembunuhan tersebut dipicu masalah rumah tangga. Hubungan suami istri korban dan pelaku sudah tidak harmonis. Puncaknya, ketika korban menggugat cerai suaminya ke pengadilan Jakarta Timur.


"Selama lima tahun berumah tangga tidak harmonis selalu ribut, kemudian istrinya pada Juli 2017 ajukan cerai," kata Argo, Kamis (9/11).


Selama proses perceraian berjalan tersangka kesulitan menghubungi korban, sehingga pelaku mendatangi tempat kerja Lety. Awalnya, pelaku mengajak istrinya mengobrol berdua. Namun, korban menolaknya.


Pelaku yang sudah kesal, langsung mendekat istrinya saat hendak masuk ruang administrasi. Tersangka yang telah menyiapkan senjata api rakitan, kemudian langsung menembak ke arah badan korban sebanyak enam kali. Parahnya, bagian intim korban ikut terkena sasaran.


"Pelaku ini sudah telah mempersiapkan dua senjata rakitan," tambah Argo. Pelaku, sempat kabur setelah kejadian tesebut. Namun, tidak lama pelaku menyerahkan diri ke Polres Metro Jakarta Timur.


Dokter Helmi Mempersiapkan Penembakan


Usai kejadian, Helmi melakukan prarekonstruksi dengan 23 adegan peragaan. Dari adegan tersebut diketahu, pelaku berangkat naik ojek dari tempat tinggal di Bekasi. Saat itu, tersangka sudah membawa 2 senjata api jenis Revolver dan Five seven (FN). Kedua senjata itu disimpan di dalam tas.


Bahkan, terungkap di tengah perjalanan, pelaku sempat berhenti sejenak. Tepatnya di sebuah warung dekat kantor Wali Kota Jaktim. Di situ pelaku mengisikan peluru ke kedua senpinya. Pelaku jelas memperispakan diri melakukan penembakan. Dia membayar tukang ojeg seharga Rp 58 ribu.


Pelaku kemudian menemui korban. Sebelum melepaskan timah panas ke tubuh istrinya, pelaku sempat mengajak untuk berdiskusi. Namun, ajakan pelaku tak diindahkan istrinya.


"Dia nyamperin ke ruang pelayanan, tapi kemudian pintu ruangan ditutup dan di tendang-tendang," kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan.


Hendy menyebut, korban sempat sembunyi di balik kursi yang terdapat di dalam ruangan. Namun, pelaku melihat ada lubang loket di kaca, sehingga dia menodongkan senjata api miliknya kemudian menembakan ke tubuh Letty.


"Korban sempat sembunyi di balik kursi, kemudian melihat lubang loket di kaca, pelaku lalu melakukan aksinya melalui celah itu," ungkap Hendy. Hendy menyebut, pelaku melepaskan timah panas ke bagian dada dan paha korban.


Dari hasil identifikasi oleh RS Polri Krmatjati, kata Hendy, petugas menemukan tiga peluru yang masih berserang di tubuh Letty. Terdapat dua di dada dan satu di paha.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore