
Dokter Helmi yang menembak mati istrinya sendiri saat menjalani rekonstruksi
JawaPos.com - Masalah rumah tangga yang berkepanjangan bisa menimbulkan aksi nekat yang tidak terduga. Pelakunya dari kalangan mana saja. Seperti peristiwa pembunuhan yang terjadi November 2017 lalu. Tersangka dokter Ryan Helmi (41) nekat menembak mati istrinya sendiri, dokter Letty Sultri (46).
Kasus penembakan sadis itu menggegerkan warga sekitar dan pekerja di sekitar Klinik Azzahra Medical Center di Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakata Timur. Suara beberapa letusan tembakan terdengar nyaring, sekitar pukul 14:00 WIB, Kamis 9 November 2017. Ternyata, terjadi pembunuhan istri oleh suaminya dengan cara menembak.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, pembunuhan tersebut dipicu masalah rumah tangga. Hubungan suami istri korban dan pelaku sudah tidak harmonis. Puncaknya, ketika korban menggugat cerai suaminya ke pengadilan Jakarta Timur.
"Selama lima tahun berumah tangga tidak harmonis selalu ribut, kemudian istrinya pada Juli 2017 ajukan cerai," kata Argo, Kamis (9/11).
Selama proses perceraian berjalan tersangka kesulitan menghubungi korban, sehingga pelaku mendatangi tempat kerja Lety. Awalnya, pelaku mengajak istrinya mengobrol berdua. Namun, korban menolaknya.
Pelaku yang sudah kesal, langsung mendekat istrinya saat hendak masuk ruang administrasi. Tersangka yang telah menyiapkan senjata api rakitan, kemudian langsung menembak ke arah badan korban sebanyak enam kali. Parahnya, bagian intim korban ikut terkena sasaran.
"Pelaku ini sudah telah mempersiapkan dua senjata rakitan," tambah Argo. Pelaku, sempat kabur setelah kejadian tesebut. Namun, tidak lama pelaku menyerahkan diri ke Polres Metro Jakarta Timur.
Dokter Helmi Mempersiapkan Penembakan
Usai kejadian, Helmi melakukan prarekonstruksi dengan 23 adegan peragaan. Dari adegan tersebut diketahu, pelaku berangkat naik ojek dari tempat tinggal di Bekasi. Saat itu, tersangka sudah membawa 2 senjata api jenis Revolver dan Five seven (FN). Kedua senjata itu disimpan di dalam tas.
Bahkan, terungkap di tengah perjalanan, pelaku sempat berhenti sejenak. Tepatnya di sebuah warung dekat kantor Wali Kota Jaktim. Di situ pelaku mengisikan peluru ke kedua senpinya. Pelaku jelas memperispakan diri melakukan penembakan. Dia membayar tukang ojeg seharga Rp 58 ribu.
Pelaku kemudian menemui korban. Sebelum melepaskan timah panas ke tubuh istrinya, pelaku sempat mengajak untuk berdiskusi. Namun, ajakan pelaku tak diindahkan istrinya.
"Dia nyamperin ke ruang pelayanan, tapi kemudian pintu ruangan ditutup dan di tendang-tendang," kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan.
Hendy menyebut, korban sempat sembunyi di balik kursi yang terdapat di dalam ruangan. Namun, pelaku melihat ada lubang loket di kaca, sehingga dia menodongkan senjata api miliknya kemudian menembakan ke tubuh Letty.
"Korban sempat sembunyi di balik kursi, kemudian melihat lubang loket di kaca, pelaku lalu melakukan aksinya melalui celah itu," ungkap Hendy. Hendy menyebut, pelaku melepaskan timah panas ke bagian dada dan paha korban.
Dari hasil identifikasi oleh RS Polri Krmatjati, kata Hendy, petugas menemukan tiga peluru yang masih berserang di tubuh Letty. Terdapat dua di dada dan satu di paha.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
