Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 Desember 2017 | 14.30 WIB

Dibandingkan Era Ahok, Pengamat Ini Bela Anies Soal Penanganan Banjir

Mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. - Image

Mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

JawaPos.com - Curah hujan di ibu kota terus meningkat sejak beberapa hari terakhir. Bahkan banjir telah melanda sejumlah titik di ibu kota. Hal itu menjadi perhatian berbagai pihak, masyarakat pun sempat menyalahkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan atas kejadian tersebut.


Masyarakat mengeluhkan kinerja Anies yang belum bisa mengatasi banjir. Menurut mereka, masa kepemimpinan mantan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah sukses memusnahkan banjir di Jakarta.


Terkait dengan itu, Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti Nirwono Joga menyebut bahwa era Ahok memiliki intensitas hujan yang rendah dibanding akhir tahun ini, sehingga luapan air pun tak tertahankan.


"Era Pak Ahok kan intensitas (hujan)-nya ngga setinggi ini. Wajar nggak banjir. Tahun ini puncaknya masih sampai Februari (2018) nanti," ujar Nirwono saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (12/12).


Dia menyebutkan lima indikator utama penanganan banjir. Menurutnya, penyebab utama dari banjir adalah saluran-saluran air yang belum sepenuhnya direhabilitasi. Ternyata, hanya 33 persen saluran air yang berfungsi dengan baik.


"Rehabilitasi saluran air primer, sekunder, tersier bebas dari sampah, lumpur, dan kabel utilitas yang banyak menghambat aliran air, serta banyak yang tidak terhubung baik," kata dia.


Kemudian, Pemprov DKI Jakarta disarankan untuk menaturalisasi kali. Tercatat dari 13 sungai di ibu kota, baru sungai Ciliwung yang dibenahi. Sementara kali Pesanggrahan-Angke-Sunter belum selesai dan masih ada 9 kali lagi yang belum tersentuh.


Selanjutnya, revitalisasi 44 waduk, 14 situ serta rencana pembangunan 20 waduk baru hingga tahun 2030. Namun, baru Waduk Pluit dan Waduk Riario yang dibenahi meski belum tuntas. Selain itu, harus ada penambahan ruang terbuka hijau (RTH) yang hingga kini baru mencapai 9,98 persen.


"Belum ada dukungan untuk melibatkan partisipasi masyarakat dengan membuat sumur resapan mulai dari halaman rumah, sekolah, taman, area parkir," pungkas dia.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore