
Ratusan ribu pil ekstasi asal belanda dengan kualitas wahid disita polisi.
JawaPos.com - Polisi berhasil membongkar jaringan narkoba internasional penyuplai ekstasi. Rencananya barang haram itu akan disebar ke sejumlah diskotik yang ada di Jakarta.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Daniyanto mengatakan, total ekstasi yang akan diselundupkan itu beratnya mencapai 243,20 kilogram. Kualitasnya nomor satu dan berasal dari negeri kincir angin Belanda.
"Diskotik nantinya, ke bandar dulu terus ke pengecer," kata Eko di Gedung Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (23/11).
Eko menuturkan, kaitannya dengan beredarnya pil ekstasi di tempat hiburan malam pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kepolisian Daerah (Polda) untuk melakukan penyisiran di tempat hiburan malam. Penindakan tegas terhadap peredaran narkoba perlu dilakukan agar adanya efek jera.
"Kaitannya dengan tempat hiburan malam setiap saat Polda Metro Jaya atau kepolisian di daerah menyisir ke diskotik," ungkap Eko.
Selain itu, terkait petugas yang diduga mengonsumi narkoba, pihaknya melakukan tes urine untuk meninjau dipastikan tidak ada anggota yang menggunakan barang haram. "Penidakan dari hulu ke hilir, baik itu anggota kita lakukan tes urine," jelas Eko.
Penyelundupan narkoba jenis ekstasi jaringan Belanda-Jakarta bermula dari informasi masyarakat, mengenai masuknya barang haram tersebut dari jalur udara. Sehingga aparat kepolisian melakukan kerjasama dengan pihak bea dan cukai Bandara Soekarno Hatta.
Pil ekstasi tersebut, kemudian dikirimkan ke Villa Mutiara Gading, Tambun Utara, Bekasi. Hasil penelusuran polisi pada kemudian berhasil membukuk pria bernama Dadang Firmanzah dan Waluyo.
Hasil penangkapan keduanya, didapati dua kotak besar box kayu yang berada di salah satu ruangan, kemudian ditemukan sebanyak 120 bungkus ekstasi yang terdiri dari tiga warna yakni oranye, pink dan hijau.
"Kedua pelaku mengaku mengaku dikendalikan oleh dua orang napi yakni bernama Andang Anggara dan Sonny Sasmita," tutur Eko.
Tidak cukup sampai disitu, kemudian polisi berhasil membekuk dua pelaku lainnya yang bertugas sebagai kurir bernama Yuliansyah dan Handayana.
"Dari Yuliansyah petugas mengamankan satu bungkus ekstasi sebanyak 5.000 butir dan dari Handayana berhasil mengamankan 20.000 butir," pungkasnya.
Diduga ekstasi dari Belanda itu sudah diorder untuk perayaan malam tahun baru 2018. "Bisa jadi untuk tahun baru, karena stok ini sangat kosong. Harganya naik pada saat tahun baru," kata Eko.
Eko menjelaskan, pil ekstasi yang berasal dari Belanda itu per butirnya dijual seharga Rp 500 ribu. Dari harga itu, keuntungan yang didapat pengedar bisa sebesar Rp 300 miliar.
Hasil penangkapan petugas, barang haram itu dibagi dalam tiga warna, yakni oranye berlogo qp satu butirnya seberat 0,44 gram, untuk pink seberat 0,38 gram dan warna kuning 0,36 gram.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
