
Anies Baswedan-Sandiaga Uno
JawaPos.com - Pedagang kaki lima di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat kembali mengokupasi jalur pejalan kaki, tepatnya sepanjang bagian luar Stasiun Tanah Abang. Melihat hal tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengkaji solusi yang terbagi menjadi jangka pendek dan jangka panjang.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menargetkan, penertiban jangka pendek PKL di kawasan padat lalu lintas itu akan dilakukan pada pekan depan. Namun, Sandi belum membeberkan solusi yang dimasudkannya itu.
"Jangka pendek harus lakukan penerobosan, inovasi mudah-mudahan hari Jumat bisa kita sosialisasikan dan hari Senin bisa dieksekusi," ujar Sandi usai mengadakan rapat penataan kawasan Tanah Abang di Balai Kota, Senin (30/10).
Sementara solusi jangka panjang, Sandi menyatakan Pemprov DKI berencana melanjutkan kembali wacana pembangunan jembatan. Nantinya, jembatan tersebut akan menghubungkan Stasiun Tanah Abang dengan Pasar Blok G. Dengan demikian, arus lalu lintas baik pejalan kaki maupun PKL akan berkurang dengan sendirinya.
"Salah satunya ada usul adalah mengubah flow lalu lintas, meminjam lahan PT KAI untuk bisa digunakan sebagai lahan parkir, merevitalisasi blok G," kata dia.
Selain itu, dia juga mempersiapkan adanya Transit Oriented Development (TOD) di sekitar Tanaah Abang. Pemprov menggandeng PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk berintegrasi dengan moda transportasi lain seperti Transjakarta.
"Akan ditata dalam TOD, KAI sudah siapkan tapi kami mohon KAI berintegrasi pada seluruh pihak karena disitu ada Transjakarta dan moda transportasi lainnya," tutur Sandi.
Dia juga mengaku, telah memantau kawasan tersebut melalui Jakarta Smart City. Di antara banyak keluhan warga Jakarta, didominasi soal kemacetan sehingga telah menginstruksi satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait untuk membenahinya dalam beberapa hari ke depan.
"Berdasarkan data yang dimiliki oleh Smart City, justru banyak keluhan itu yang berkaitan dengan perbaikan jalan. Kemacetan yang diakibatkan oleh perbaikan jalan. Oleh karena itu semua pihak tadi sudah kami kumpulkan dalam rakor diberi tugas dalam beberapa hari ke depan," timpalnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
