
Danis Setyaningsih, istri korban kebakaran pabrik petasan
JawaPos.com - Danis Setyaningsih datang ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur bersama anaknya yang masih berusia 2 tahun 3 bulan. Kedatangannya dengan Arsa, si buah hati untuk mengambil jenazah sang suaminya yang Slamet Rahmat (27), buruh pabrik petasan yang ikut menjadi korban kebakaran pada Kamis (26/10) lalu.
Dengan kondisi penuh duka Danis masih mampu melayani pertanyaan wartawan. Sabtu (28/10) dia mengungkap keluhan suaminya selama bekerja di pabrik petasan sejak beberapa hari terakhir.
Selama ini Slamet bekerja pulang cukup larut malam, sekitar pukul 22.30. Padahal biasanya pulang kerja setelah salat magrib. "Tapi akhir-akhir ini pulang malam terus," ungkap penuh dengan wajah duka, Sabtu (28/10).
Bekerja di pabrik dan pulang malam, Slamet memang sering bercerita kepada Danis, terutama keluhan pekerjaan. Salah satu keluhannya soal lokasi tempat kerja yang panas. "Bilang banyak bahan kimia, selalu bilang kerja capek, pulang malam terus. Terus sama panas," kata Danis sembari memangku anaknya.
Perempuan 25 tahun ini juga menyadari tempat sang suami bekerja sangatlah berbahaya. Karena sang suami sering mengatakan banyak mesin-mesin besar pembuat kembang api. Mesin itu sangatlah panas. Apalagi banyaknya bahan kimia.
"Dikasih masker dan baju ganti, tapi kan bahaya ya karena mesinnya panas," ungkapnya.
Atas kejadian pila di gudang pabrik petasan itu, Danis berharap pihak pabrik menunjukkan sikap tanggung jawab. Sebab saat ini dirinya telah menjadi janda dan sang anak menjadi yatim. "Kalau bisa perhatian ke saya ya. Saya juga ada anak kecil. Harus tanggung jawab sampai tuntas," pungkasnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
