Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 Mei 2017 | 01.20 WIB

Soal Foto Gay, Psikolog: Polisi Harus Perhatikan Kesejahteraan Gay

Para terduga pelaku pesta seks gaya Jakarta diamankan Resmob Polres Jakarta Utara - Image

Para terduga pelaku pesta seks gaya Jakarta diamankan Resmob Polres Jakarta Utara

JawaPos.com – Dalam penangkapan 141 pria homo di Fitnes Atlantis Jaya, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Minggu (21/5), tersebar luas foto bugil para pelaku. Hal ini sempat dikecam oleh para aktivitis karena dianggap melecehkan.

Menurut Psikolog Elizabeth Santosa, penyebaran foto itu dianggap mengganggu psikis dari para pelaku. Apalagi menurutnya, banyak pelaku gay yang belum siap membuka diri kepada masyarakat.

"Ada banyak diantara mereka yang masih menutupi, dan kalau menurut saya, hukum boleh saja berjalan, tapi tolong perhatikan kesejahteraan jiwa orang-orang ini, " katanya ketika dikonfirmasi, Selasa (21/5).

Jika hal ini dibiarkan, maka menurutnya bisa menimbulkan dampak yang luar biasa selain perasaan malu.



"Okelah kalau malu mungkin enggak masalah, tapi kalau sampai depresi nanti bagaimana?, atas eksposure yang terlalu banyak. Itu saja yang saya pikirkan kesejahteraan jiwa dari masing-masing para gay ini, yang sedang mengadakan party, " imbuhnya.

Dia menilai, aktivitas party gay ini masih banyak terjadi. Tapi tak semuanya bisa terekspose. Hal ini karena penerimaan masyarakat terhadap kaum gay masih sangat minim. "Bahkan tidak ada. Jadi pastinya mereka going underground, gak mungkin terang-terangan, " paparnya.

Meskipun demikian menurutnya, populasi dari kaum gay ini sangat banyak tersebar. Bahkan meningkat dari tahun ke tahun. "Kadang saya lihat, adalah ciri-ciri khas dari kaum itu yang memang bisa terlihat dari mata lah. Mereka punya gaya komunikasi sendiri yah. Terus masalah jodoh dan percintaan, " jelasnya.

Percintaan dari kaum gay sendiri menurutnya, memang kebanyakan tidak terjadi secara terang-terangan. "Kemarin juga saya ngobrol sama teman saya yang gay juga bicara, dia ada masalah percintaan. Dia bilang kalau dari kaum gay itu enggak banyak ketemuannya, jadi mereka pakai media sosial tinder sampai sekarang," tukas dia. (elf/JPG)

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore