Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Maret 2017 | 03.14 WIB

7 Leader Pandawa Diciduk, Polisi: Semuanya Tukang Bubur Ayam 

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Polda Metro Jaya menyelidiki kasus yang menjerat Bos Pandawa Grup, Salman Nuryanto. Minggu lalau (26/2), aparat meringkus tujuh leader yang mendapatkan keuntungan dari bisnis kotor Salman. 


Ketujuhnya diciduk di Perumahan Palem Ganda Asri Limo, Kelurahan Meruyunh, Limo Depok.


Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyebutkan, tujuh orang yang berinisial RS, YM, TH, RMK, AK, RF, dan VL baru saja ditangkap di Perumahan Palem Ganda Asri Limo. Itu semua leader diamond.


Satu leader ada dananya di atas Rp 2 Miliar. “Ini sedang diidentifikasi kira-kira leader ini uang itu digunakan apa saja. Kami sedang pilah dan teliti,” kata Argo di Jakarta. 


Argo mengatakan, ketujuh orang yang ditangkap dulunya bekerja sebagai tukang bubur ayam seperti Salman. Salah satu tersangka tinggal di belakang rumah Salman.


Mereka diketahui direkrut Salman untuk menghimpun dana dengan titel leader, dan juga untuk membantu mengurus administrasi.


“Ini sedang didalami peran awalnya seperti apa. Misal nasabah setor ke koordinator itu seperti apa, apakah langsung dipotong 10 persen, ini sedang didalami agar kami mengetahui cara-cara seperti apa penipuan ini,” ujar Argo.


Argo mengatakan, ada sejumlah fakta yang perlu dikonfirmasi ke Salman dan tersangka lainnya. Salah satunya jumlah leader di bawah Salman dan nasabah yang dikelola masing-masing leader.


Belum ada jumlah pasti berdasarkan data yang dihimpun polisi dan pengakuan para tersangka.


“Ini dia sebagai kepala koperasi harus ditanya pelan-pelan. Kadang-kadang jawabannya tidak pasti betul, makanya kami dengan data dalam bertanya kepada dia. Kadang dia berkata sekian tapi di data sekian, jadi kami cross check kembali,” kata Salman.


Kasus Pandawa Group awalnya diselidiki oleh Polresta Depok, sesuai dengan lokasi markas Pandawa Group dan domisili mayoritas korbannya.


Kasus itu kemudian dilimpahkan ke Polda Metro Jaya lantaran jumlah korban terus bertambah dan berasal dari berbagai wilayah.


Ratusan korban melapor ke Polresta Depok dan Polda Metro Jaya sejak beberapa pekan silam. Mereka tergiur oleh investasi bodong yang dijanjikan Pandawa Group.(radar depok/JPG/dic/mam/JPG)


Editor: Imam Solehudin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore