
Seorang relawan membersihkan menara masjid saat kerja bakti yang digelar komunitas pecinta alam se-Indonesia, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (12/2).
JawaPos.com - Pihak Masjid Istiqlal menepis isu sengaja melakukan penutupan gerbang saat aksi 212 Jilid II, seperti yang berhembus di media sosial. Pada aksi-aksi bela Islam sebelumnya, Masjid Istiqlal menjadi titik pusat berkumpulnya umat Islam.
Sekretaris Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI) Rusli Effendi menegaskan, penutupan gerbang Masjid Istiqlal dilakukan sejak pukul 21.30 WIB hingga 03.40 WIB menjelang ibadah salat Subuh. Hal ini, menurutnya, sudah dilakukan sesuai aturan (SOP) sejak 2002.
DIberitakan INDOPOS (Jawa Pos Group), pada kondisi tertentu, dikatakan Rusli peziarah diperbolehkan menginap dengan mendapat izin dari petugas keamanan. Bila tidak, menurutnya, peziarah tidak diperbolehkan menginap.
”Kami pada malam 20 Februari sudah menyampaikan kepada peziarah, dan mereka mengerti. Dengan kesadaran mereka meninggalkan area Masjid Istiqlal,” ujar Rusli Effendi di sela-sela acara Milad Masjid Istiqlal, di Jakarta, Selasa (21/2).
Lebih jauh Rusli menjelaskan, pada aksi-aksi bela Islam sebelumnya, BPPMI selalu mendapatkan pemberitahuan dari pihak pelaksana aksi bela Islam. Tapi pada rencana aksi Bela Islam 212 jilid II, BPPMI tidak mendapatkan pemberitahuan. Dia menambahkan, pada pelaksanaan ibadah sholat subuh, diikuti oleh sedikitnya 240 jamaah.
”Jadi sekali lagi, tidak benar berita-berita di Medsos, isu itu sangat provokatif. Jadi umat jangan terpengaruh. Kami tetap berkhidmah kepada umat dan mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa agar kenyamanan beribadah tetap terjaga,” jelasnya.
Direktur Warisan Diplomasi Budaya, Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nadjanuddin Ramly menegaskan, demi keamanan cagar budaya, pemerintah telah menetapkan peraturan dalam Undang-undang Cagar Budaya. Ini, menurutnya menjadi pengawal keutuhan dan kelestarian kebudayaan.
Hal yang sama dikatakan oleh Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar. Dia mengatakan, Masjid Istiqlal adalah simbol kemerdekaan, pencerahan umat dan representatif bangsa yang besar. Menurutnya, selain Turki dan Arab Saudi, negara Indonesia menjadi tiga negara dengan umat Islam terbesar yang masuk dalam organisasi G-20.
Nasaruddin menyebutkan, agama Islam bukanlah agama teroris. Tetapi Islam bisa memparalelkan dengan HAM, dengan kesetaraan gender dan ekonomi modern. ”Masjid Istiqlal adalah simbol bangsa Indonesia, bukanlah simbol umat Islam saja,” katanya.
Sementara, dikatakan Nadjamuddin Cagar budaya yang berkaitan dengan sarana publik akan ditetapkan sebagai cagar budaya nasional. ”Sebelumnya ini akan diteliti oleh para ahli dan diusulkan oleh kabupaten/ kota ke kementerian,” ujarnya.
Terkait, penerapan SOP di Masjid Istiqlal demi keamanan, ditegaskan Nadjamuddin sudah dilakukan rutin setiap hari. Soal isu tersebut hanya kesalahpahaman antara PBBMI dan panitia pelaksanaan aksi. ”Kalau ada komunikasi dengan PBBMI pasti akan diberikan tempat, tapi kan ini tidak ada komunikasi,” tegasnya. (nas/yuz/JPG)

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
