
KH Ma
JawaPos.com - Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) cemas dengan dinamika nasional beberapa bulan terakhir. Terdakwa penista agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bersama penasihat hukumnya, diduga berupaya mengkriminalisasi pemimpin politik dan tokoh masyarakat.
"Termasuk pemimpin Islam kontra Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta 2017," kata Ketua KAHMI Jaya Mohamad Taufik di Jakarta, Rabu (1/2).
Menurutnya, hal tersebut terlihat saat persidangan ke-8 kasus penistaan agama. Ahok dan tim hukumnya berencana melaporkan Ketum MUI yang juga Rais Aam PBNU KH Ma'ruf Amin ke polisi dengan dalih memberikan keterangan palsu.
Menurut Taufik, hal itu dilakukan untuk memperlemah kekuatan Islam politik dan kelompok-kelompok politik yang menggerus atau mengurangi elektabilitas Ahok dalam pilkada DKI.
Upaya kriminalisasi tersebut, menurut dia, mempunyai dua sasaran utama. Pertama, membangun opini publik, khususnya majelis hakim, bahwa Fatwa MUI yang menyebut Ahok menistakan Al Quran adalah bohong, sehingga gugur demi hukum.
"Jika para hakim percaya, mereka berharap para hakim membebaskan terdakwa Ahok dari sanksi hukum," beber ketua DPD Gerindra DKI itu.
Padahal, katanya mengingatkan, keputusan MUI tersebut dirapatkan selama 10 hari dan bukan keputusan perorangan. "Tetapi, kolektif melalui mekanisme pembentukan tim yang terdiri dari Komisi Fatwa, Komisi Pengkajian, Komisi Humkam, dan Komisi Infokom," ujar wakil ketua DPRD DKI itu.
Adapun sasaran kedua, agar kekuatan lslam politik dengan kekuatan kontra Ahok mengalami penurunan daya kritis dan kontrol terhadap pelaksanaan pilkada. Hal ini, kata dia, diduga untuk memuluskan rencana dan upaya menggunakan metode politik uang dalam memenangkan Ahok.
Sekretaris KAHMI Jaya Muhammad Amin menambahkan, pihaknya menolak dan mengecam keras setiap upaya kriminalisasi pemimpin politik ataupun Islam.
KAHMI Jaya pun mengimbau kepada seluruh pengurus dan anggotanya mencermati dan mengkritisi setiap upaya kriminalisasi terhadap pemimpin Islam. (yuz/JPG)

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
