Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 14 April 2018 | 23.15 WIB

Hadir Bersamaan, Apa Perbedaan Kereta MRT, LRT, dan KRL?

Kereta MRT tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara - Image

Kereta MRT tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara

JawaPos.com - Moda transportasi massal berbasis rel atau kereta semakin menarik minat masyarakat Indonesia. Hal itu menjadi alasan utama bagi pemerintah baik pusat maupun DKI Jakarta memanfaatkan kereta dalam rangka mengubah prilaku masyarakat untuk melakukan perjalanan.


Saat ini, ibu kota tengah membangun berbagai proyek infrastruktur transportasi massal, khususnya berbasis rel. Sebut saja mass rapid transit (MRT), light rail transit (LRT), dan yang paling senior yaitu kereta rel listrik (KRL) atau juga terkenal dengan sebutan commuterline.


Meski baru KRL yang beroperasi, namun kini masyarakat semakin semangat dalam menyambut kedua moda lainnya. MRT dan LRT sedang mempersiapkan diri untuk dapat segera hadir di tengah ibu kota dan berintegrasi dengan KRL.


Kereta MRT dan LRT Tiba di Jakarta


Baru-baru ini, euforia kedatangan kereta impor sangat terasa di lingkungan masyarakat. Bagaimana tidak, MRT dan LRT merupakan proyek pertama di Indonesia. Sehingga kereta-kereta tersebut cukup menimbulkan rasa penasaran hingga mereka tidak sabar untuk mencobanya.


Seperti yang diketahui, PT MRT Jakarta mendatangkan 12 kereta barunya dari produsen kereta ternama Nippon Shayon, Jepang, Rabu (4/4) lalu. Kereta berwarna abu-abu dengan pola garis biru itu dilayarkan dari Pelabuhan Toyohashi, Jepang menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Selanjutnya, kereta dibawa ke Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, untuk dirangkai menjadi dua buah trainset.


Berselang sembilan hari, dua kereta LRT menyusul diturunkan dari Kapal Wallenius Welhelmsen asal Korea Selatan yang merapat di Pelabuhan Tanjung Priok pada Jumat (13/4). Kemudian, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku penanggungjawab proyek membawa dua kereta berwarna putih itu ke Stasiun Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara untuk memulai perangkaian.


MRT Sama Dengan KRL


Menurut Pengamat Transportasi dari Universitas Katolik Soegijapratna (UNIKA) Semarang Djoko Setijowarno, baik KRL, MRT, dan LRT memiliki keunikannya masing-masing. Kereta MRT sendiri disebutkannya hampir sama dengan milik KRL.


"KRL itu termasuk (seperti) MRT," ujar Djoko saat dihubungi JawaPos.com, Sabtu (14/4).


Pengamatan JawaPos.com, hal itu dapat dibuktikan dari ukuran keduanya yang tidak berbeda. Satu kereta MRT dan KRL memiliki panjang 20 meter dengan lebar sekitar 4 meter. Kapasitas penumpang per kereta diperkirakan bisa untuk 200-300 orang. Mereka terdiri dari penumpang duduk dan berdiri.


Namun, perbedaan antara keduanya terlihat jelas dari sisi dalam kereta. Masyarakat pasti sudah mengenal interior kereta KRL yang memiliki kursi busa. Sayangnya, kereta MRT didesain dengan kursi keras bermaterial plastik karena alasan kemudahan perawatan.


Kereta LRT Lebih Elegan


Sementara itu, kereta LRT terlihat lebih elegan dengan desain kapsul pada bagian depannya. Hal itu sebagai wujud dari teori aerodinamis lantaran kereta yang dibuat oleh Hyundai Rotem itu termasuk kriteria kereta cepat.


Djoko menjelaskan, satu kereta LRT juga dapat menampung 300 penumpang. Dengan formasi 2 kereta per trainset, satu kali perjalanan LRT dapat membawa sebanyak 600 orang. Sedangkan MRT diformasikan 6 kereta dan KRL sebanyak 8-12 kereta per trainset.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore