
Ilustrasi kemacetan di jalan tol menuju Jakarta setiap pagi
JawaPos.com - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) berencana menerapkan kebijakan ganjil-genap di sejumlah Gerbang Tol jalan bebas hambatan ruas Jakarta-Tangerang dan Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi). Uji coba pembatasan kendaraan yang akan dimulai Senin (16/4) ini diharapkan mengurangi kemacetan di Tol Jakarta-Tangerang.
Kepala BPTJ Kementerian Perhubungan, Bambang Prihartono berharap kebijakan pembatasan kendaraan di ruas tol Jakarta-Tangerang mendorong masyarakat mengalihkan penggunaan kendaraan pribadi ke moda transportasi umum.
"Sama seperti yang dilakukan di ruas Jakarta-Cikampek, sistem ganjil-genap di tol ruas Jakarta-Tangerang dan tol Jagorawi akan diberlakukan dari pukul 06.00 sampai 09.00 WIB di hari Senin - Jumat," kata Bambang di kantor pusat PT Jasa Marga Tbk, Jumat (13/4).
Dijelaskan, pembatasan kendaraan akan dilakukan di Gerbang Tol (GT) Cibubur 2 tuk ruas tol Jagorawi dan di GT Kunciran 2 dan Tangerang 2 untuk ruas tol Jakarta-Tangerang.
Selain sistem ganjil-genap, BPTJ juga akan memberi jalur khusus bus di tol Jagorawi. Sebanyak 20 bus akan disediakan. Bila semakin banyak masyarakat yang memakai bus, maka jumlah bus kedepannya akan ditambah.
"Lalu untuk tol Jakarta-Tangerang akan diberlakukan pengaturan truk untuk golongan 3, 4, dan 5. Dari data yang kami dapatkan, kecepatan truk golongan ini sangat lambat sehingga menyebabkan kemacetan," lanjutnya.
Penerapan kebijakan ini seperti yang dilakukan di tol Jakarta-Cikampek. Menurut Bambang, penerapan paket kebijakan di tol Jakarta - Cikampek cukup efektif mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan tol.
Sementara Direktur PT Jasa Marga Subakti Syukur menyebut kebijakan ganjil-genap tidak banyak berpengruh terhadap pendapat perseroan.
"Yang jelas, penerapan sistem ganjil-genap di tol Jakarta - Cikampek, terjadi peningkatan kecepatan 10 kilometer (km) per jam di jam 06.00 sampai 09.00 WIB. Kami, Jasa Marga hanya menjalankan apa yang diperintahkan saja," kata Direktur Operasi II PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Subakti Syukur.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
