
Calon penumpang bersiap menaiki angkutan kota Mikrotrans di Terminal Pulo Gadung, Jakarta, Selasa (4/10/2022). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.
JawaPos.com- Jakarta, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo menegaskan sejak awal Mikrotrans merupakan bagian dari sistem manajemen JakLingko, dikutip dari Antara (27/7).
"Sesuai Pergub Nomor 68 Tahun 2021, pelaksanaan integrasi transportasi dilakukan pada moda MRT, LRT, layanan angkutan TransJakarta, layanan angkutan pengumpan (feeder), layanan angkutan dan/atau pendukung lainnya sebagai pendukung sistem JakLingko," kata Syafrin saat dikonfirmasi di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis (27/7).
Hal tersebut dikonfirmasi untuk menanggapi beredarnya pemberitaan bahwa terdapat perubahan nama JakLingko menjadi Mikrotrans.
Syafrin menjelaskan, JakLingko sudah mewujudkan integrasi sistem operasional yang meliputi infrastruktur, layanan atau rute, data dan informasi serta tarif dan sistem pembayaran.
Integrasi ini dihadirkan untuk menciptakan kemudahan dan kenyamanan masyarakat dalam bermobilitas.
"Mikrotrans sebagai angkutan pengumpan atau feeder, terintegrasi dengan moda transportasi publik lainnya, seperti MRT, LRT, bus TransJakarta, dan KRL sehingga masyarakat dapat melanjutkan perjalanan dengan mudah," ujar Syafrin.
Sejak 2018, Mikrotrans menjadi salah satu varian armada TransJakarta yang ditransformasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta agar terkoneksi dengan transportasi publik lainnya.
Mikrotrans adalah sebutan untuk salah satu moda transportasi berupa mobil angkutan perkotaan (angkot) yang terintegrasi dalam sistem JakLingko.
Mikrotrans melayani 83 rute dan membentang di sepanjang Jakarta. Mikrotrans hadir agar masyarakat semakin mudah menjangkau angkutan umum dari rumah atau kantor sehingga dapat beralih menggunakan angkutan umum saat beraktivitas.
Media sosial diramaikan dengan perubahan nama JakLingko menjadi Mikrotrans. Beberapa warganet mengkritisi Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono atas kebijakan itu.
"JakLingko itu ada dimensi kebudayaannya. Lingko diambil dari bahasa Manggarai-Flores. Merupakan sebuah sistem pembagian sawah yang berbentuk jejaring seperti laba-laba di Kabupaten Manggarai-NTT," tulis warganet. (*)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
