
Insiden jatuhnya penyandang disabilitas di Transjakarta Cares memicu evaluasi layanan oleh Dishub DKI. (Masriapane/ JawaPos)
JawaPos.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi menetapkan besaran subsidi atau Public Service Obligasi (PSO) untuk Transjakarta dalam APBD 2026 sebesar Rp 3,75 triliun. Angka ini merosot tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 4,1 triliun.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menuturkan, alokasi dana tersebut diperkirakan tidak akan menutup operasional selama satu tahun penuh.
"Kemarin kita mengalami efisiensi, karena ada pemotongan DBH kurang Rp 15 triliun, sehingga untuk anggaran Transjakarta maupun MRT dan LRT itu belum bisa full (satu tahun) diakomodir dalam APBD," ujar Syafrin di Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (14/1).
Syafrin melanjutkan, dalam perhitungannya, anggaran tersebut hanya mampu mencover layanan Transjakarta selama sembilan bulan. Artinya, anggaran yang ada saat ini diprediksi hanya akan bertahan dari bulan Januari hingga September 2026 saja.
"Untuk Transjakarta sendiri, kami perhitungkan itu baru bisa meng-cover sekitar 9 bulan," ucapnya.
Kondisi ini bukan tanpa alasan. Pemangkasan anggaran ini merupakan dampak dari berkurangnya Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat ke Jakarta yang mencapai Rp 15 triliun.
Akibatnya, postur APBD 2026 yang awalnya diproyeksikan menyentuh angka Rp 95 triliun, harus dipangkas menjadi sekitar Rp 80 triliun. Hal ini memaksa Pemprov DKI melakukan efisiensi besar-besaran di berbagai sektor, termasuk transportasi.
Meski begitu, kata Syafrin, pihaknya akan kembali mengajukan penambahan subsidi pada APBD Perubahan 2026.
"Oleh sebab itu untuk triwulan keempat, itu nanti kita harapkan bisa ditutupi dari pembahasan APBD Perubahan nantinya," terangnya.
Sebelumnya, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Pembangunan dan Tata Kota Nirwono Joga menyebutkan bahwa angka ideal sebenarnya jauh di atas plafon saat ini.
"Nah, di 2026, idealnya kalau layanan Transjakarta sama dengan di 2025, maka dibutuhkan anggaran sekitar Rp 4,8 triliun. Sementara akibat efisiensi anggaran di APBD 2026, itu disepakati di angka Rp 3,7 triliun," ungkap Nirwono.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
