
Ketua DPW PPP DKI Abraham Lunggana (Lulung) kala bersama Ruhut Sitompul.
JawaPos.com - Kubu pasangan calon Anies Baswedan - Sandiaga Uno turut mengomentari pemecatan loyalis Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi Djan Faridz, Abraham Lunggana alias Lulung.
Pemecatan terhadap Wakil Ketua DPRD DKI itu lantaran dia mendukung pasangan calon gubernur nomor urut 3, Anies-Sandi. Sikap politik itu berseberangan keputusan sang Ketua Umum PPP veris Muktamar Jakarta Djan Faridz yang memutuskan mendukung petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - Djarot Saiful Hidayat.
Pemecatan itu sangat disesalkan oleh juru bicara Anies-Sandi, Anthony Leong. Menurut dia, padahal suara Lulung sangat mewakili akar rumput tapi tidak didengar.
"Ketika PPP di Jakarta yang banyak mendukung Anies-Sandi ya harus didengar. Seperti kata Pak Haji Lulung, umat ini harus didengar suaranya, harus diserap aspirasinya. Jangan langsung membuat keputusan yang sepihaklah," ujar Anthony, Rabu (15/3).
"Kita harusnya mendengar seperti apa pemimpin yang diharapkan oleh masyarakat. Jadi jangan sampai kedepan ini blunder," imbuhnya.
Kedepannya Anthony berharap, para elite partai lebih mendengar aspirasi akar rumput sehingga tidak gegabah ketika mengambil keputusan. Apalagi keputusan yang berujung merugikan partai itu sendiri.
"Ini semua dinamika politik yang harus kita lalui. Menjadi pelajaran buat kita semua bahwa ke depan para elit harus mendengar dari akar rumput, mendengar dari masyarakat. Ini kan para umat ini memberi aspirasi, kita harus mendengar, kita harus menyikapi," ungkapnya.
Sebelumnya, Ketua Umum PPP Djan Faridz dalam jumpa persnya membenarkan kabar pemecatan Lulung dari partai berlambang ka'bah itu.
"Dia dipecat dari kepengurusan Partai Persatuan Pembangunan, tapi tali silaturahmi saya tetap. Doa saya kepada beliau tidak pernah putus," kata Djan. (uya/JPG)

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
