
Hybrid Interceptor Unit (HIU), pasukan khusus yang bertugas menjaga wilayah dan memberantas pelaku kriminal di Kepulauan Seribu.
JawaPos.com - Aksi kriminal di Ibu Kota Jakarta saat ini tidak hanya beraksi di darat saja. Melainkan lautan menjadi target sasaran empuk para pelaku. Kondisi tersebut membuat aparat penegak hukum dalam hal ini Polres Kepulauan Seribu membentuk tim khusus
Tim tersebut bernama Hybrid Interceptor Unit (HIU). Pasukan tersebut bertugas menjaga wilayah dan memberantas pelaku kriminal di Kepulauan Seribu. Sebanyak 17 personel di dalamnya. Mereka dibekali dengan peralatan khusus. Mulai dari senjata api, rompi dan anti peluru. Kemudian pelatihan tehnik melumpuhkan pelaku diberikan.
”Yakni penyerbuan di atas kapal, penggerebekan terduga teroris, beladiri, penyelaman, serta menembak cepat dan tepat,” kata Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Boy Rando Simanjuntak.
Pelatihan tersebut diberikan bertujuan agar seluruh pasukan bisa bertugas dengan maksimal. Khususnya dalam pelatihan selam menyelam. Seluruh personel diwajibkan untuk bisa. Pasalnya temuan menjurus kriminal kerap terjadi di dalam laut.
Salah satunya yaitu ancaman potassium atau bom ikan. Para pelaku meletakan benda tersebut di dasar laut. Bersembunyi di dalam karang. Tidak semua orang bisa menemukan bom tersebut. Perlunya keahlian khusus. Dan oleh kerena itulah tehnik menyelam merupakan harga mati yang harus dimiliki oleh pasukan Tim HIU.
”Dan itu yang membedakan kami dengan tim khusus yang berada di polres lainnya,” ujar pria berpangkat dua melati di pundaknya itu.
Namun tidak hanya ahli dalam menaklukan penjahat di laut saja. Boy menjelaskan tehnik penaklukan di darat pun harus dikuasi. Pasalnya aksi kriminal sangat rawan terjadi di dalam pulau. Seperti pencurian ataupun lainnya. Sebab itulah tehnik beladiri juga patut dikuasi.
Tim HIU merupakan re-generasi dengan pasukan sebelumnya. Yaitu Gurita. Yakni saat ini sebagaian personil Gurita telah ditugasnya menjadi polisi pantai. Dan hanya tersisa beberapa personel saja.
Sebab itu dirinya berinisiatif untuk kembali membentuk tim dengan keahlian lebih dari sebelumnya. Yakni pasukan direkrut dari seluruh unit di Polres Kepulauan Seribu. Mereka merupakan anggota yang terbaik di unitnya.
Sistem kinerja tim HIU, lanjut Boy, berbeda dengan pasukan lainya. Setiap hari penyisiran pun dilakukan. Mereka disebar dibeberapa titik. Dengan waktu yang tidak ditentukan. Pagi, siang, dan malam menjadi waktu yang tepat. Tujuannya itu agar strateginya itu tidak diketahui oleh para pelaku kriminal.
”Sistem penyisiran dilakukan secara acak. Dan sampai saat ini kondisi masih aman. Meskipun begitu kami tetap terus siaga,” paparnya. (ian/yuz/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
