Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 28 Oktober 2017 | 16.00 WIB

Kenny Hutomo, Koko Jakarta yang Terus Berjuang Untuk Keberagaman

Kenny Hutomo, Koko Jakarta 2017 - Image

Kenny Hutomo, Koko Jakarta 2017

JawaPos.com – Wajahnya menarik, kemampuan akademisnya cemerlang, bakatnya luar biasa. Dia adalah Kenny Hutomo (20), mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia (UI) angkatan 2015 yang menjadi pemenang kontes pencarian duta pariwisata, sosial, dan budaya Tionghoa, Koko Cici Jakarta 2017


Kenny terpilih menjadi Koko Jakarta Wakil II. Berbeda dari duta pada umumnya, Koko Cici Jakarta merupakan wujud dari minat besar generasi muda untuk menghidupkan kembali kekayaan seni dan budaya khas dari masyarakat Tionghoa, sebagai salah satu daya tarik wisata Indonesia, khususnya Kota Jakarta.


Menjadi keturunan etnis Tionghoa di tengah keberagaman warga Jakarta dan Indonesia pada umumnya, tak membuat Kenny merasa berbeda. Justru lulusan SD dan SMP Penabur Jakarta Barat dan SMAK 1 Penabur Tanjung Duren itu bangga bisa menjadi pedoman bagi masyarakat, terutama generasi muda dalam memperkenalkan dan melestarikan budaya Tionghoa di masyarakat.


Warga Kosambi, Jakarta Barat itu menjelaskan awal mula langkah karirnya menjadi Koko, sebuah gelar yang membanggakan.


“Panjang sih ceritanya, dari awal itu saya enggak tahu Koko Cici itu apa. Saya pikir dulu cuma Abang None karena lebih dikenal oleh warga Jakarta. Waktu itu sempat ingin ikut Abang None supaya ikut bantu mempopulerkan Betawi,” tutur pemuda kelahiran 18 September 1997 itu kepada JawaPos.com.


Kemudian teman-temannya justru memberi saran agar Kenny ikut ajang kontes Koko Cici Jakarta saja. Mirip seperti Abang None, Koko Cici juga mencari sosok yang mempunyai penampilan cakap, otak yang cerdas, dan bakat yang istimewa.


“Kata teman, ikut Koko Cici Jakarta saja. Tampang lu kan koko banget tuh. Jadi, saya sempat melakukan riset apa itu Koko Cici Jakarta. Ternyata ajang ini pun sudah lama sejak tahun 2002," ujar Kenny yang gemar bermain basket itu.


Kenny kemudian mendaftar bersama lebih dari 300 lainnya. Hingga ke tahapan semi final, Kenny lolos bersama 25 pasang Koko Cici. Kemudian sampai bisa lolos ke tahap final, Kenny menjadi salah satu dari 16 pasang Koko Cici. Perjalanan mencapai puncak tentu tak mudah. Kenny menghadapi proses karantina yang amat melelahkan, namun mendapat pengalaman yang luar biasa juga.


“Aktivitasnya penuh banget, dari mulai latihan fashion show, belajar mandarin, , table manner, latihan tarian tradisional Tionghoa, hingga menunjukkan talenta masing-masing. Saya menampilkan bakat menjadi motivator atau speech dengan bahasa mandarin saat talent show,” kata mahasiswa peraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Cumlaude ini.


Selain memiliki penampilan menarik dan kecerdasan, Kenny rupanya juga lancar berbahasa Inggris dan Mandarin. Semua pertanyaan juri pun bisa dijawabnya dengan lancar.


“Tugasnya sangat menantang, dari semua pengalaman saya dari kecil, ini yang paling berkesan. Bisa dibilang dari sebelumnya enggak jadi orang, sekarang jadi orang,” katanya tertawa.


Peraih juara berbagai kejuaraan basket ini mengungkapkan kecintaannya dalam menjunjung tinggi keberagaman lewat budaya. Dalam keikutsertaannya dalam ajang Koko Cici Jakarta, Kenny juga diajarkan cara berbaur dalam akulturasi budaya hingga toleransi beragama.


“Bahkan ada yang muslim lho, ada yang bukan keturunan Tionghoa sama sekali. Mereka juga yang ikut sangat toleran banget. Memang syaratnya tak disebutkan harus keturunan Tionghoa, tetapi siapa saja yang ingin mempopulerkan budaya Tionghoa,” kata Kenny.


Kenny menilai masyarakat masih mengenal budaya Tionghoa sebatas kulit luarnya saja, tetapi belum diaplikasikan dengan optimal. Banyak juga warga keturunan etnis Tionghoa yang tidak mengenal budayanya hingga bahasa mereka. Padahal semuanya itu akan diwariskan kepada anak cucu.


Karena itu di dalam momentum Sumpah Pemuda, meski berasal dari keturunan etnis Tionghoa, namun jiwa dan hati Kenny tetap Indonesia. Dia ingin pemuda memiliki etos kerja yang terus menjunjung tinggi rasa semangat dan percaya diri. Pemuda, kata dia, harus memiliki budaya banyak memberi ketimbang menerima.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore