Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 10 Desember 2017 | 23.00 WIB

Mulai Gunakan Pakaian Berukuran 'S', Ini Pengalaman Hooters Girls

Salah seorang Hooters saat menari. - Image

Salah seorang Hooters saat menari.

JawaPos.com - Dengan tersipu malu, Liz Supervisor Hooters Girls membeberkan beberapa kejadian unik saat dia melayani para pengunjung Restoran Hooters Jakarta. Menggunakan pakaian serba seksi, wanita berparas cantik itu mengaku tidak pernah ada perlakuan yang tidak baik dari para pelanggan.


Walaupun, saat bekerja, dia selalu menari dan menggunakan pakaian seksi, tak ada satu pun yang bertindak tidak baik. Akan tetapi, beberapa pengunjung mengajak berkomunikasi dan meminta Hooters untuk bermain games bersama mereka. "Tidak pernah ada pengunjung yang berprilaku tidak baik," singkat dia kepada JawaPos.com, Sabtu (9/12).


Permainan yang dilakukan adalah beradu panco. Hooters girls itu pun mengikuti kemauan dari para tamu untuk bermain game. "Permainan panco pernah dan setelah itu pelanggan memberikan tips," ungkap dia.


Untuk tampil memukau dan seksi, dia mengungkapkan ada beberapa kriteria untuk menjadi seorang Hooters girls. Seperti konsep yang diusung 'Hooters Makes You Happy' mereka harus selalu ceria saat melayani para pengunjung.


"Jadi pertama gak boleh gemuk, harus smart, bisa dance, aktif, ceria, good looking dan menarik," kata Liz.


Sementara itu, Sales Manager Hooters, Ida Yassa Tripuspita, mengungkapkan gaji Hooters girls bisa dibilang bombastis. Pasalnya, tak tanggung-tanggung, gaji mereka diatas rata-rata atau berkisar dua kali lipat upah minumum provinsi (UMP).


Namun, kata Ida sapaan akrabnya, layaknya seorang 'waiters' Hooters girls hanya melayani pesanan makanan ataupun minuman seperti restauran lainnya tanpa boleh disentuh oleh pengunjung yang datang.


"Salary yang kita kasih lumayan besar juga, dua kali lipat diatas UMP. Pengenjung juga harus tau, mereka (Hooters girls) itu ada batasan-batasannya. Kita ini resto and bar, pelayan ya hanya melayani pesanan. Gak boleh disentuh, mereka pun kalau ada nakal mereka langsung lapor kita," kata Ida.


Sedangkan General manager Hooters, Fajar Prawinto Bagiakusuma mengatakan, berbagai macam seleksi pun dilakukan untuk menjadi seorang Hooters girls. Berberbadan langsing dan kepiawaian menari menjadi salah satu syarat pertama yang akan dinilai. Bahkan, sang guru tari pun didatangkan langsung dari Thailand.


"Kita ada trainer kita dari Thailand, home based kita di Thailand kita satu grup semua di Asia. Mereka datang kemarin buat melatih tarian, kalau mereka baru masuk kita liat mereka bisa dance gak? Mereka semua penampilan, performance sudah oke, tapi kalau gak bisa nari gak bisa ngikutin, gugut seleksi," kata Fajar.


Pihak Hooters hanya akan menyediakan baju dengan ukuran S. Sehingga, jika baju tersebut tidak cukup dibadan maka calon Hooters girl dinyatakan gagal.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore