Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 26 Februari 2018 | 15.05 WIB

Penampakan Danau Sunter, dari Kumuh Hingga Jadi Favorit Anak-anak

Kondisi Danau Sunter, Jakarta Utara - Image

Kondisi Danau Sunter, Jakarta Utara

JawaPos.com - Jakarta dikenal dengan berbagai masalah, mulai dari macet, banjir, sampah, hingga perairan yang kotor. Tak hanya sungai atau kali, beberapa danau di ibu kota juga masih jauh dari kata layak. Namun, pemandangan berbeda datang dari Danau Sunter, Sunter Jaya, Jakarta Utara yang kini dapat menyaingi danau-danau indah di dunia.


Oleh: Yesika Dinta


Pagi itu masyarakat sangat antusias. Mereka datang bergerombol ke kawasan Danau Sunter. Dengan pakaian lengkap olahraga, warga lintas usia memadati danau yang kini disulap menjadi seperti Danau Jenewa, Swiss.


Sunter menjadi perhatian utama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sebab letaknya yang berada di kawasan padat penduduk membuat warga selalu khawatir kebanjiran jika danau yang dahulu terkenal kumuh itu tak segera direvitalisasi.


Mewujudkan keinginan itu, Pemprov mengerahkan jajaran pasukan tim pelangi untuk mengatasinya. Pasukan oranye dan pasukan biru saling berbagi tugas tersebut.


Pengakuan salah satu pasukan oranye, Daikah, 50, mengaku wilayah itu selalu dibersihkan dua kali sehari. Setiap pukul 05.00 WIB, dirinya mulai keluar menyapu bagian luar dari danau. Kemudian dia beristirahat sejenak hingga menjalankan tugas kembali di pukul 15.00 WIB.


Ibu dari lima anak itu adalah satu dari 130 pasukan oranye yang bertugas di Sunter Jaya. Daikah telah 18 tahun mengabdi, sejak upahnya hanya Rp 900 ribu hingga kini mencapai Rp 3,6 juta per bulan.


Mengetahui hal itu, maka kesaksian perempuan paruh baya itu terhadap Danau Sunter tak dapat diragukan lagi. Menurutnya, banyak perbedaan dari danau berair hijau alami itu.


"Perbedaan (Sunter) sekarang lebih bagus lah, buktinya danau ya, bagus. Nambah banyak pengunjung," ujarnya kepada JawaPos.com saat ditemui di sekitar lokasi, Minggu (25/2).


Ibu yang memiliki anak bungsu di bangku SMK itu menceritakan, Sunter tak asing lagi bagi masyarakat yang ingin berekreasi atau sekadar berjalan-jalan. Dirinya juga mengungkapkan, seiring ramainya pengunjung, para pedagang juga kebagian untung.


"Pedagang ramai. Paling minggu yang ramai di GOR, orang olahraga. Ini kan lagi ada acara besar-besaran," tutur ibu berkerudung itu.


Atas kerja kerasnya bersama tim, Daikah mendapat pujian besar dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Wakil Gubernur Sandiaga Uno, bahkan sampai Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Mereka menyebut kualitas air Danau Sunter sudah lebih baik.


"Saya pernah renang di Phuket, di Laguna. Warnanya kurang lebih sama hijau. Tapi kualitas airnya di sini (Danau Sunter) lebih bagus," kata Sandi usai menjajal berenang sepanjang 1 kilometer. 


Bukan hanya dirasakan Sandi, warga masyarakat juga turut berpendapat hal yang sama. Buktinya, sekumpulan anak-anak penduduk sekitar kawasan tersebut tanpa ragu menceburkan dirinya dan mandi di Danau Sunter.


"Sering mandi di sini. Dulu kotor, sekarang senang karena lebih bersih," sebut Apriansyah, 11, di lokasi.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore