Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 September 2017 | 00.39 WIB

Watik Kerja Sendirian, Sebelum Dibunuh Sering Diingatkan Warga Ini

Facebook korban semasa hidup - Image

Facebook korban semasa hidup

JawaPos.com - Pembunuhan di warung kopi (warkop) 354 Jalan Raya Lakarsantri RT 1/ RW I Surabaya yang menewaskan pemiliknya, Suwatik, begitu mengejutkan semua pihak. Termasuk bagi Kholil, mandor sekaligus orang kepercayaan perempuan yang akrab disapa Watik tersebut.


Selama ini, Watik berjualan sendirian. Sehari-hari, dia membuka warkop itu mulai pukul 07.00 pagi hingga 00.00 dini hari. "Sudah sering diingatkan supaya nggak jualan sampai malam," jelas Kholil.


Watik sendiri sebenarnya punya rumah di Kota Baru, Driyorejo, Gresik. Sehari-hari, dia pulang pergi naik motor Honda Beat seorang diri. Hal itu yang sering dicemaskan oleh keluarganya. Namun Watik tetap bersikeras berjualan demi mengisi waktunya.


Perempuan berusia 55 tahun itu memiliki empat orang anak. Tiga anaknya saat ini berada di Korea Selatan, sedangkan seorang lagi berjualan nasi bebek di kawasan Waduk Sepat.


Warkop itu dikontrak selama dua tahun. Pemilik bangunan yang disewa Watik itu adalah Sri Asih, 41. Bangunan warkop yang ditempati Watik itu bersebelahan dengan rumah dan warung Sri Asih. "Saya sendiri juga buka warkop, tapi tutup Maghrib," jelas Sri kepada JawaPos.com.


Kontrak warkop itu sudah berlangsung selama 1,5 tahun. "Pengontrak sebelumnya nggak bisa ngelanjutin, terus dia (Watik) ngelanjutin. Sekalian ngontrak dua tahun Rp 14 juta," lanjut Sri.


Menurut Sri, selama ini pengunjung warkop Watik rata-rata adalah anak muda. Namun Sri tidak pernah perhatian dengan wajah satu persatu pelanggan warkop Watik.


Watik sendiri sebenarnya sosok yang supel. Dia kerap akrab dengan beberapa tetangganya yang biasa membeli kopi atau rokok.


Salah seorang tetangga depan warkopnya, Sulaiman menuturkan, Rabu malam (30/8), dia masih melihat warkop tersebut buka. "Jam setengah 12 malam kemarin (Rabu, red) itu masih buka pas saya lewat depan warungnya. Cuma saya nggak perhatian sama kondisi dalamnya ada pembeli atau tidak," cerita Sulaiman


Menurut Sulaiman, beberapa warga sekitar juga sering mengingatkan Watik agar tidak memakai perhiasan yang berlebihan. "Dia kan suka pakai emas-emasan, mulai kalung, gelang, sampai cincin. Udah diperingatkan itu, termasuk sama Pak Kholil. Maksudnya biar nggak jadi sasaran kejahatan," kata Sulaiman.

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore