
Ilustrasi: Pasar Pucang salah satu andalan pemasukan PD Pasar Surya
JawaPos.com – Seleksi akhir direktur utama (Dirut) dan direktur keuangan (Dirkeu) Perusahaan Daerah Pasar Surya (PDPS) dilakukan pada 5–6 Juli mendatang. Beberapa pedagang meminta nilai hasil seleksi diumumkan secara terbuka.
Kabid Hukum dan Humas Kumpulan Pedagang Pasar Surabaya (KPPS) Achmad Boesiri menyatakan, kabar fit and proper test memang sudah diketahui. Namun, kabar tersebut hanya sebatas informasi, bukan undangan resmi dari panitia penyelenggara. Padahal, dalam beberapa kali penyelenggaraan, unsur pedagang selalu dapat tawaran untuk membuat pertanyaan yang ditujukan ke kandidat. ”Sebelumnya, kami dapat surat resmi untuk mengajukan satu pertanyaan. Nanti pertanyaan itu dilontarkan tim penguji. Tapi, sampai sekarang, belum ada, mungkin karena masih Lebaran,” ungkapnya Selasa (27/6).
Pedagang pasar berharap sidang nanti berjalan tanpa tedeng aling-aling. Sebab, selama ini pedagang tidak bisa leluasa mengawasi fit and proper test. Mereka hanya dijatah satu pertanyaan dan hanya bisa ikut mendengarkan jawaban kandidat. ”Selama ini seleksi hanya pura-pura terbuka. Padahal, prosesnya tertutup dan saya curiga ada permainan di dalamnya,” tegasnya.
Tuduhan tersebut dilayangkan karena selama ini kandidat yang terpilih tak sesuai dengan keinginan pedagang. Yang terpilih justru melakukan korupsi atau cenderung membiarkan anak buahnya bermain kotor. Pedagang sebenarnya sudah menyiapkan pertanyaan untuk kandidat. Baik kandidat incumbent maupun yang baru. Untuk incumbent, Boesiri bakal menanyakan kasus-kasus yang terjadi saat mereka menjabat. Bagi yang baru, dia menanyakan program konkret apa yang dibawa. ”Yang jelas, satu yang pasti kami tanyakan adalah apakah visi mereka termasuk membuat SOP dalam layanan pasar. Sampai sekarang, kami sering dibuat mainan oleh oknum. Bayangkan, kartu stan yang katanya maksimal satu bulan, ada yang sampai dua tahun,” tandasnya.
Wakil Ketua Kumpulan Pedagang Seluruh Surabaya (KPSS) Mas’ud berharap bisa mengirim perwakilan untuk mengawal proses seleksi tersebut. ”Seharusnya kami bisa ikut memantau bagaimana calon Dirut yang menaungi ribuan pedagang itu,” katanya. Dia berharap seleksi dilakukan secara terbuka. Jadi, pedagang tidak berprasangka buruk tentang adanya calon titipan. Dengan melihat langsung proses seleksi, para pedagang dapat mengetahui kualitas calon Dirut.
Mas’ud tidak mempermasalahkan siapa pun yang terpilih. Yang jelas, Dirut baru harus mau mendengar keluhan pedagang. Di Pasar Tambah Rejo, misalnya. Sudah lima tahun pasar yang direvitalisasi itu sepi pengunjung. ”Tahun lalu masih lumayan ada lampunya. Sekarang sudah seperti rumah hantu,” tutur pedagang makanan tersebut.
Kabag Administrasi Perekonomian dan Usaha Daerah Khalid menjelaskan, selama ini rekrutmen dilakukan secara terbuka. DPRD bakal diundang untuk mengikuti agenda tersebut. ”Dewan juga bisa bertanya ke calon,” ujar pejabat eselon III a tersebut.
Sebelumnya, seleksi Dirut PDAM terkesan tertutup. Dalam hitungan hari setelah fit and proper test, Dirut baru langsung dilantik. Pelantikan tersebut dilakukan secara tertutup. Khalid menampik tudingan rekrutmen tidak transparan. Menurut dia, penunjukan Dirut PDAM yang baru sangat mendesak. ”Apalagi, Bu Wali (Tri Rismaharini) mau kunjungan ke luar negeri saat itu,” ucapnya.
Lalu, bagaimana dengan PDPS? Khalid menjelaskan, hasil fit and proper test langsung diberikan kepada wali kota pada hari itu juga. Dengan begitu, Risma dapat dengan cepat mengetahui calon terbaik yang dipilih. (sal/bil/c16/oni)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
